Liputan6.com, Jakarta - Mobil matik semakin menjadi pilihan banyak masyarakat, terutama pengendara pemula. Selain lebih praktis digunakan, mobil dengan transmisi otomatis juga memberikan kenyamanan lebih saat menghadapi kemacetan karena pengemudi tidak perlu terus-menerus menginjak pedal kopling seperti pada mobil manual.
Meski menawarkan kemudahan berkendara, mobil matik tetap membutuhkan perawatan ekstra. Pasalnya, sistem transmisi otomatis memiliki komponen yang cukup kompleks dan biaya perbaikannya tidak bisa dibilang murah jika mengalami kerusakan.
Advertisement
Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang tidak menyadari gejala awal kerusakan transmisi. Akibatnya, masalah kecil yang seharusnya bisa segera ditangani justru berkembang menjadi kerusakan serius hingga membuat kendaraan mogok di tengah perjalanan.
Karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk mengenali tanda-tanda awal transmisi matik bermasalah. Berikut enam gejala yang perlu diwaspadai, seperti dikutip dari Toyota.
1. Muncul Sentakan Saat Pindah Gigi
Salah satu tanda paling umum dari transmisi matik yang mulai bermasalah adalah munculnya sentakan ketika tuas dipindahkan dari posisi P, N, D, atau R.
Pada kondisi normal, perpindahan gigi pada mobil matik seharusnya berlangsung halus tanpa hentakan yang terasa signifikan. Jika muncul sentakan cukup keras, bisa jadi terdapat gangguan pada komponen seperti solenoid pressure, sensor kecepatan (speed sensor), modul kontrol transmisi (TCM), atau piston yang mulai mengeras.
Gejala ini sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menjadi indikasi awal kerusakan yang lebih serius.
2. Mobil Terasa Berat Saat Menanjak
Mobil matik yang sehat seharusnya tetap mampu melibas tanjakan dengan baik, terutama saat menggunakan mode gigi rendah seperti L atau D1.
Namun, jika performa kendaraan terasa menurun dan mobil kesulitan menanjak meski pedal gas sudah diinjak lebih dalam, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada sistem transmisi.
Penurunan tenaga saat menanjak biasanya menunjukkan adanya masalah pada mekanisme penyaluran tenaga dari mesin ke roda. Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan di bengkel untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
3. Tuas Transmisi Terasa Keras dan Sulit Dipindahkan
Kondisi lain yang sering membuat pengemudi panik adalah saat tuas transmisi terasa keras atau sulit digeser ke posisi tertentu.
Masalah ini umumnya berkaitan dengan kerusakan pada switch rem. Pada mobil matik modern, sistem transmisi dirancang agar tuas hanya dapat dipindahkan ketika pedal rem diinjak. Jika switch rem bermasalah, sistem akan menganggap pengemudi tidak menginjak rem sehingga tuas terkunci sebagai fitur keselamatan.
Meski terdengar sederhana, kerusakan komponen ini tetap perlu segera diperbaiki agar aktivitas berkendara tidak terganggu.
4. Tuas Bergerak, tetapi Gigi Tidak Berpindah
Berbeda dengan kondisi sebelumnya, pada kasus ini tuas transmisi dapat dipindahkan dengan normal ke posisi D atau R. Namun, mobil tidak bergerak dan mesin hanya meraung seperti berada di posisi netral.
Gejala tersebut biasanya disebabkan oleh putusnya kabel penghubung atau linkage antara tuas transmisi dan sistem transmisi itu sendiri. Akibatnya, perintah yang diberikan pengemudi melalui tuas tidak tersalurkan ke mekanisme transmisi.
Jika mengalami kondisi ini, sebaiknya kendaraan tidak dipaksa digunakan dan segera dibawa ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
5. Terdengar Suara Mendengung dari Kolong Mobil
Suara mendengung atau gesekan logam dari area bawah kendaraan juga bisa menjadi sinyal adanya masalah pada transmisi matik.
Bunyi tersebut biasanya semakin jelas terdengar ketika kecepatan kendaraan meningkat. Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah oli transmisi yang sudah kotor, berkurang volumenya, atau bahkan habis sehingga pelumasan komponen internal tidak optimal.
Akibatnya, komponen di dalam transmisi saling bergesekan dan menimbulkan suara kasar. Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan yang ditimbulkan bisa semakin luas dan memerlukan biaya perbaikan yang besar.
6. Muncul Getaran Tidak Wajar pada Bodi Mobil
Tanda terakhir yang perlu diwaspadai adalah munculnya getaran berlebih pada bodi kendaraan setelah tuas transmisi dioperasikan.
Mobil matik dalam kondisi normal seharusnya melaju dengan halus dan minim getaran. Jika muncul getaran yang cukup kuat atau terasa seperti mobil bergidik saat berjalan, kemungkinan terdapat komponen internal transmisi yang sudah aus.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pelat kopling atau clutch disc transmisi yang mengalami keausan bahkan terbakar akibat usia pakai maupun kurangnya perawatan.
Jangan Tunda Pemeriksaan
Jika mobil matik Anda mulai menunjukkan satu atau bahkan beberapa gejala di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel spesialis transmisi atau bengkel terpercaya.
Penanganan sejak dini tidak hanya membantu mencegah kerusakan yang lebih parah, tetapi juga dapat menghemat biaya perbaikan.
Semakin cepat masalah ditemukan, semakin besar peluang komponen transmisi dapat diperbaiki tanpa perlu melakukan penggantian besar yang menguras kantong.
Dengan perawatan rutin dan perhatian terhadap gejala-gejala awal kerusakan, usia pakai transmisi matik dapat lebih panjang dan performa kendaraan tetap optimal saat digunakan sehari-hari.
Reporter: Muhammad Ridwan Maulana