Kurs Rupiah Melemah pada Perdagangan Kamis Pagi

Nilai tukar rupiah bergerak melemah pada perdagangan Kamis 25 Juni 2026 pagi.

oleh Septian DenyDiterbitkan 25 Juni 2026, 09:30 WIB
Ilustrasi rupiah hari ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi. Dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026), kurs rupiah turun 15 poin atau 0,08 persen menjadi 17.967 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.952 per dolar AS.

Prediksi Rupiah

Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini Kamis (25/6/2026). Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.950-Rp 18.020 per dolar AS, di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang masih mempengaruhi pergerakan pasar keuangan.

"Untuk perdagangan Kamis (25/6/2026) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp 17.950- Rp 18.020," kata Ibrahim kepada media, Kamis (25/6/2026).

Adapun lada perdagangan Rabu (24/6/2026), rupiah ditutup melemah 93 poin ke level Rp 17.952 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di Rp 17.859 per dolar AS. Sepanjang sesi perdagangan, mata uang rupiah bahkan sempat tertekan hingga melemah 105 poin.

Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang meski menunjukkan tanda-tanda mereda, namun masih menyisakan berbagai ketidakpastian.

Washington disebut memberikan keringanan sanksi kepada Teheran selama 60 hari setelah pembicaraan perdamaian awal sehingga Iran kembali memiliki ruang untuk menjual minyak. Di saat yang sama, meredanya konflik di Lebanon turut memberikan sentimen positif bagi pasar energi.

 

 

Sejumlah Isu Penting Belum Temui Titik Terang

Teller menunjukkan mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Namun demikian, sejumlah isu penting masih belum menemukan titik terang, terutama terkait inspeksi program nuklir Iran serta akses terhadap dana Iran yang selama ini dibekukan.

Di sisi lain, Oman dan Iran juga sepakat melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan navigasi di Selat Taiwan pada masa mendatang. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa setiap upaya Iran untuk mengenakan biaya transit akan bertentangan dengan hukum internasional.

Ketidakpastian semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu. Pernyataan tersebut langsung dibantah Teheran yang menegaskan tidak pernah memberikan konsesi seperti itu dalam proses negosiasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya