Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan, manusia tak luput dari kesalahan. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui tata cara sholat taubat yang benar beserta niatnya.
Merujuk buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Drs Moh. Rifai Sholat sunnah taubat adalah shalat yang disunnahkan setelah seseorang melakukan dosa atau merasa berbuat dosa, lalu bertaubat kepada Allah SWT. Berbuat dosa lalu bertaubat berarti menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya, dan berniat tidak akan melakukannya lagi yang disertai dengan permohonan ampunan kepada Allah.
Advertisement
Kesunahan sholat taubat ini merujuk pada hadis sahih Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, yang tercatat dalam kitab hadis Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, dan Baihaqi: "Setiap orang yang pernah berbuat dosa, kemudian segera bergerak dan berwudlu', kemudian shalat lalu memohon ampunan dari Allah, pasti Allah akan memberikan ampunan baginya."
Merangkum berbagai sumber kredibel, berikut ini adalah bacaan niat dan tata cara lengkap sholat taubat, doa setelah sholat, hingga hikmah dan fadhilahnya.
Bacaan Niat Sholat Taubat dan Tata Caranya
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin dan Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa taubat wajib disegerakan. Syarat diterimanya taubat (Taubatan Nasuha) apabila dosa menyangkut hak Allah ada tiga: meninggalkan maksiat saat itu juga (Al-Iqla'), menyesali dosa (An-Nadam), dan bertekad kuat tidak akan mengulanginya (Al-'Azmu).
Jika dosa menyangkut sesama manusia, maka ditambah satu syarat: meminta maaf atau mengembalikan hak orang tersebut.
Niat Sholat Taubat Arab, Latin dan Artinya:
Berdasarkan Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa'i, lafazh niat sholat taubat adalah sebagai berikut:
Lafal Arab: أَصَلَّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى اَللهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'alaa. Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat shalat sunat taubat dua raka'at karena Allah ta' alaa. Allahu Akbar."
Niat secara esensial berada di dalam hati. Namun, jumhur ulama Mazhab Syafi'i (sebagaimana dirangkum oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab) menyatakan bahwa melafalkan niat secara lisan (talaffudz) sebelum Takbiratul Ihram adalah sunnah karena dapat membantu mengarahkan hati agar selaras dan lebih khusyuk dalam sholat.
Tata Cara Sholat Taubat
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatul Zain memposisikan sholat taubat sebagai sholat mutlaq atau sholat muaqqat yang bisa dikerjakan agar raga jasmani ikut membersihkan dosanya setelah lisan beristighfar dan hati menyesal.
Pelaksanaan sholat taubat secara umum tidak berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya. Berikut adalah langkah-langkah rincinya:
Persiapan Sebelum Sholat
- Berwudhu dengan sempurna - memastikan seluruh anggota wudhu bersih dan sempurna sesuai tuntunan.
- Menghadap kiblat dengan penuh khusyuk.
- Menutup aurat dengan sempurna.
Langkah-Langkah Pelaksanaan Sholat Taubat (2 Rakaat)
Rakaat Pertama:
- Niat - melafalkan niat sholat taubat dalam hati dengan khusyuk.
- Takbiratul Ihram - mengangkat kedua tangan dan mengucapkan "ALLAAHU AKBAR"
- Membaca Doa Iftitah (sunnah) - dilanjutkan dengan doa iftitah sebagaimana sholat pada umumnya.
- Membaca Surat Al-Fatihah dengan khusyuk.
- Membaca Surat Pendek - setelah Al-Fatihah, membaca salah satu surat pendek dari Al-Qur'an, seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas.
- Rukuk - dengan tuma'ninah (tenang sejenak dalam posisi rukuk).
- I'tidal - bangkit dari rukuk dan berdiri tegak dengan tuma'ninah.
- Sujud Pertama - dengan tuma'ninah.
- Duduk di antara Dua Sujud - dengan tuma'ninah.
- Sujud Kedua - dengan tuma'ninah.
Rakaat Kedua:
- Berdiri untuk Rakaat Kedua - mengulangi langkah membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
- Rukuk - dengan tuma'ninah.
- I'tidal - dengan tuma'ninah.
- Sujud Pertama - dengan tuma'ninah.
- Duduk di antara Dua Sujud - dengan tuma'ninah.
- Sujud Kedua - dengan tuma'ninah.
- Tasyahud Akhir - duduk dan membaca tasyahud akhir.
- Salam - mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Hal-Hal Penting dalam Sholat Taubat
- Sholat taubat sebaiknya dikerjakan secara sendirian karena tidak disyariatkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.
- Jumlah rakaat minimal adalah 2 rakaat, dan maksimal 6 rakaat, dengan salam setiap 2 rakaat.
- Setiap gerakan diharapkan membawa kekhusyukan serta penyesalan dalam hati.
Doa Setelah Sholat Taubat
Setelah menyelesaikan sholat taubat, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan membaca doa taubat. Ini merupakan bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampunan yang tulus kepada Allah SWT.
1. Doa Taubat (Sayyidul Istighfar)
Doa ini adalah doa yang paling utama dalam memohon ampunan, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah ﷺ:
Lafal Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin: Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mas-tatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu'u laka bini'matika 'alayya, wa abuu'u bi dzanbii, faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta. *
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam janji-Mu dan aku berusaha menepatinya sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau."
2. Istighfar Taubat
Selain doa di atas, dianjurkan pula membaca istighfar berikut:
Lafal Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، الَّذِيْ لَا إِلَـهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُوْرًا
Latin: Astaghfirullaahal 'azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku linafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa. *
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya dengan taubatnya seorang hamba yang zalim, yang tidak memiliki kuasa untuk dirinya sendiri, baik untuk mendatangkan mudarat maupun manfaat, untuk mati, hidup, maupun dibangkitkan."
3. Doa Pengakuan Dosa
Lafal Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanā zhalamnā anfusanā, wa illam taghfir lanā wa tarhamnā, lanakūnanna minal khāsirīn. *
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
Hikmah dan Keutamaan Sholat Taubat
Sholat taubat adalah anugerah besar dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar. Ibadah ini bukan hanya sekadar rangkaian gerakan, melainkan momentum spiritual untuk merenungkan kesalahan, menyesali dosa, dan bertekad bulat untuk memperbaiki diri.
Berikut ini adalah hikmah sholat taubat:
- Membuka Pintu Pengampunan - Sholat taubat menjadi sarana untuk meraih ampunan Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
- Membersihkan Hati - Dengan taubat, hati yang sebelumnya terasa sempit dan tertutup oleh dosa akan terbuka lebar dan terasa lapang.
- Mendekatkan Diri kepada Allah - Sholat taubat merupakan bentuk pengakuan kelemahan dan ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya.
- Menghapus Dosa - Syekh Nawawi al-Bantani menegaskan bahwa taubat yang benar secara pasti akan melebur dosa yang telah dilakukan meskipun itu dosa besar.
- Mendatangkan Keberkahan - Berdoa dan memohon ampunan setelah melakukan suatu perbuatan ketaatan seperti shalat akan lebih mudah dikabulkan.
Keutamaan Taubat
Sebagaimana pesan Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihâyatuz Zain, sholat taubat adalah shalat dua rakaat sebelum bertaubat dengan niat shalat sunnah taubat. Dengan menjalankannya secara istiqamah dan penuh keikhlasan, seorang hamba akan merasakan kedamaian hati dan terbukanya pintu-pintu rahmat dari Allah SWT.
- Disukai Allah - Allah SWT menyukai orang-orang yang bertaubat, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
- Mendapat Kedudukan Mulia - Orang yang bertaubat termasuk sebaik-baik manusia, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: "Sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat."
- Dosa Diampuni - Hadits dari Abu Bakar ash-Shiddiq menjamin bahwa Allah akan mengampuni dosa orang yang berwudhu, shalat, dan beristighfar.
Pertanyaan Seputar Sholat Taubat
Apakah sholat sah jika belum sholat taubat?
Ya, sholat Anda tetap sah dan diterima, asalkan telah memenuhi syarat rukun sahnya sholat secara syariat
Apa yang terjadi jika sudah sholat taubat tapi melakukan dosa lagi?
Jangan berkecil hati. Anda wajib kembali bertaubat. Pintu ampunan Allah SWT selalu terbuka lebar selama nyawa belum sampai di tenggorokan, dan taubat yang dilakukan terus-menerus tidak akan membuat Allah lelah mengampuni hamba-Nya.
Sebutkan 3 syarat diterimanya taubat?
Agar taubat diterima oleh Allah SWT, seseorang harus memenuhi tiga syarat utama: menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan, segera berhenti atau meninggalkan maksiat tersebut, dan bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi di masa depan.
Bolehkah sholat taubat dilakukan setelah sholat ashar?
Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Sholat Taubat
Saat matahari tepat di tengah langit (kecuali hari Jumat) Setelah sholat ashar hingga matahari tenggelam. Saat matahari mulai menguning hingga terbenam.