Leher Patah Ungkap Misteri Kematian Wanita di Kamar Hotel Sukabumi

Misteri kematian seorang wanita di sebuah hotel di kawasan Jalan Stasiun, Kota Sukabumi, mulai menemui titik terang.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 24 Juni 2026, 22:12 WIB
Polisi saat mengamankan TKP penemuan mayat wanita di kamar hotel Sukabumi. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Liputan6.com, Sukabumi - Misteri kematian seorang wanita di sebuah hotel di kawasan Jalan Stasiun, Kota Sukabumi, mulai menemui titik terang. Polisi berhasil mengidentifikasi korban yang diketahui berinisial R (53), seorang wanita asal Bogor yang dilaporkan pergi ke Sukabumi pada Senin (22/6/2026).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, ditemukan indikasi kuat bahwa R (53) meninggal dunia akibat kekerasan tumpul yang fatal di bagian leher.

Dokter Forensik RSUD Syamsudin SH, dr. Nurul Aida Fathiya, menjelaskan bahwa setelah dievakuasi dari hotel, jenazah korban langsung menjalani pemeriksaan.

Pihak dokter menemukan tanda pasti kematian, seperti kaku dan lebam mayat, sudah terbentuk dengan perkiraan waktu kematian sekitar 12 jam sebelum diperiksa.

"Awalnya ditemukan beberapa luka lecet di wajah dan tidak ada yang mencurigakan ke arah lain. Namun, karena pihak penyidik memiliki kecurigaan bahwa penyebab kematian bukan sekadar karena sakit, maka diminta untuk dilakukan autopsi," ujar dr. Nurul Aida saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026)

Proses autopsi kemudian dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB. Dokter Aida membenarkan bahwa dari luar memang tidak terlihat adanya luka-luka yang signifikan pada tubuh korban R.

Namun, kejanggalan besar baru ditemukan saat tim medis memeriksa bagian dalam rongga tubuh korban.

"Pada saat dilakukan pembukaan rongga tubuh, ditemukan adanya banyak resapan darah pada daerah leher. Kemudian ditemukan juga adanya patah tulang rawan gondok. Sehingga itu menjadi bukti adanya kekerasan tumpul pada daerah leher," ungkap dr. Nurul.

Ia menegaskan bahwa kekerasan tumpul di area leher tersebut berakibat sangat fatal dan dapat memicu kematian.

"Kekerasan tumpul mau apapun, mau dengan benda, atau misalnya bisa juga dengan tangan seseorang (seperti cekikan), itu bisa saja. Mungkin hal itu nanti yang didalami lebih lanjut oleh tim penyidik," tambah dr. Nurul.

 

Kronologi Penemuan Jasad di Kamar Hotel

Sebelumnya, warga di kawasan Jalan Stasiun, Kota Sukabumi mendadak gempar pada Selasa (23/6/2026) siang. Sesosok mayat perempuan yang kini diketahui sebagai R (53) ditemukan terbujur kaku di dalam salah satu kamar hotel di wilayah tersebut.

Penemuan jasad ini berawal dari kecurigaan pihak manajemen hotel. Lantaran tamu yang bersangkutan tak kunjung keluar kamar, petugas hotel akhirnya berinisiatif membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.

Petugas hotel yang terkejut melihat kondisi korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian sekitar pukul 13.00 WIB.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

 

Polisi Buru Teman Pria Korban

Merespons temuan hasil autopsi dan olah TKP, Polsek Cikole bersama Satreskrim Polres Sukabumi Kota langsung mengalihkan fokus penyelidikan ke arah dugaan tindak kekerasan.

Polisi kini tengah memburu petunjuk, termasuk melacak keberadaan teman pria yang dikabarkan datang bersama korban R ke hotel tersebut.

Kapolsek Cikole, Kompol Ma'ruf Murdianto, menyatakan bahwa arah penyelidikan saat ini sudah sesuai dengan temuan dari tim forensik dan pemeriksaan di TKP.

"Sesuai dengan yang disampaikan dr. Aida dari Forensik Rumah Sakit Syamsudin, memang ada indikasi kekerasan. Tapi, karena kita perlu mengumpulkan saksi dan bukti, sesuai dengan petunjuk pimpinan, nanti akan kita lakukan evaluasi dan gelar perkara untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya," kata Kompol Ma'ruf.

Terkait kabar mengenai teman pria korban, Kompol Ma'ruf menegaskan hal tersebut masih didalami melalui pemeriksaan saksi-saksi.

"Itu masih penyelidikan. Sampai saat ini kami belum memeriksa pihak hotelnya secara menyeluruh karena kemarin fokus mengurus jenazah dulu untuk autopsi. Habis ini kita akan gelar perkara, terus kita panggil saksi-saksi yang ada di TKP. Saat ini baru dua saksi, tapi pasti bertambah," jelasnya.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, melalui Unit Reskrim Polsek Cikole, memberikan detail fisik tambahan mengenai korban R untuk keperluan pelengkap berkas perkara.

"Kondisi fisik korban diketahui bersih dan tidak ditemukan adanya tato pada bagian tubuhnya," singkat AKP Hartono.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya