DPR Minta PLN Transparan soal Pemadaman Listrik Bergilir

DPR meminta PLN memperkuat mitigasi gangguan dan memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 22 Juni 2026, 23:25 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Halim meminta PT PLN (Persero) meningkatkan mitigasi dan transparansi informasi terkait pemadaman listrik bergilir. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Halim meminta PT PLN (Persero) meningkatkan mitigasi dan transparansi informasi terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah.

Menurut Rivqy, gangguan pasokan listrik telah berdampak pada berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Setiap kali listrik padam, ada banyak pihak yang dirugikan. Karena itu PLN harus memperkuat mitigasi, memperbaiki sistem antisipasi gangguan, dan yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang transparan kepada masyarakat," kata Rivqy dalam keterangan yang dikutip Parlementaria, Senin (22/6/2026).

Dia menilai PLN perlu memberikan penjelasan yang lebih jelas kepada publik mengenai penyebab pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Terutama PLN yang paling bertanggung jawab dalam hal ini justru memberikan penjelasan yang terkadang membingungkan publik. Katanya, bukan karena masalah pasokan batu bara, tapi nyatanya pemadaman terjadi hampir di banyak daerah," ujarnya.

Rivqy menegaskan masyarakat berhak memperoleh informasi yang cepat dan akurat terkait gangguan kelistrikan, termasuk perkiraan waktu pemulihan.

"Publik berhak mengetahui penyebab gangguan dan kapan kondisi akan kembali normal," katanya.

 

PLN Sampaikan Permohonan Maaf

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Menurut Darmawan, PLN memahami dampak yang dirasakan masyarakat akibat gangguan sistem kelistrikan tersebut dan saat ini terus berupaya mempercepat proses pemulihan.

“PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” ujar Darmawan dalam konferensi pers, Sabtu (20/6/2026).

Untuk mempercepat normalisasi pasokan listrik, PLN mulai menyalurkan batu bara kalori menengah (medium rank coal) ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa.

Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik, baik milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP).

“Saat ini proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa,” kata Darmawan.

PLN memastikan terus melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan agar sistem kelistrikan kembali normal dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya