Kronologi Atlet Tinju Lampung Dikeroyok Pakai Cangkul

Ikhwan Azzahro (20) dianiaya di Kompleks PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (23/6/2026). Polisi amankan satu terduga pelaku dan cangkul sebagai barang bukti

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 23 Juni 2026, 16:47 WIB
Ilustrasi Penganiayaan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang atlet tinju Lampung, Ikhwan Azzahro (20), menjadi korban penganiayaan di Kompleks GOR PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung, Selasa (23/6/2026). Ikhwan yang telah memastikan tiket menuju PON Bela Diri 2026 di Manado mengalami luka di bagian kepala dan tangan.

Kapolsek Sukarame Kompol HD Pandiangan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kepolisian menerima informasi adanya keributan pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB saat jajaran Polsek Sukarame sedang melaksanakan apel konsolidasi.

Pihak pelatih menyebut insiden ini diduga berkaitan dengan perselisihan beberapa hari sebelumnya di sekitar area PKOR. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sempat dicoba, namun situasi kembali memanas hingga berujung pada aksi kekerasan.

Pelatih tinju Lampung, Cikal Farrah Labita, menjelaskan persoalan bermula pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Saat itu seorang atlet bernama Abi melintas dengan sepeda motor untuk mengambil perlengkapan latihan dan motornya menghentak ketika melewati polisi tidur.

Peristiwa itu memicu ucapan kasar dari beberapa orang di depan warung dekat area gantangan burung PKOR. Abi sempat berhenti, namun melihat sejumlah orang hendak menghampirinya, ia memilih pergi karena merasa kalah jumlah.

"Abi merasa tidak terima karena mendapat ucapan kasar. Saat berhenti, dia melihat beberapa orang hendak menghampirinya sehingga memilih pergi karena jumlah mereka lebih banyak," kata Cikal saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).

Masalah tersebut dilaporkan kepada pelatih. Cikal mengaku telah mendatangi lokasi untuk meredakan situasi secara kekeluargaan, namun warung yang menjadi tempat berkumpul kelompok tersebut sudah tutup. Pada Senin (22/6/2026) malam, sejumlah atlet kembali ke lokasi untuk meminta penjelasan, namun hanya terjadi adu mulut tanpa kontak fisik.

Disergap Empat Orang, Korban Luka di Kepala dan Tangan

Atlet tinju Lampung menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Kompleks Gedung Olahraga (GOR) PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung (Istimewa)

Puncak ketegangan terjadi pada Selasa siang. Saat penjemputan di asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) PKOR, insiden penyergapan terjadi dan berujung pada penganiayaan terhadap Ikhwan.

"Atlet kami, Abi, menjemput Ikhwan yang tinggal di PPLP. Ternyata mereka diadang empat orang. Korban kemudian dianiaya menggunakan cangkul hingga mengalami luka di kepala dan tangan," tuturnya.

Menurut Cikal, para pelaku diduga membawa sejumlah alat berbahaya seperti cangkul, parang, serta kayu. Ia menilai aksi ini menimbulkan dampak serius bagi korban dan lingkungan pembinaan olahraga.

Kapolsek Sukarame mengatakan personel segera bergerak ke lokasi untuk mengamankan dan mengendalikan situasi begitu menerima laporan.

"Mendapat laporan adanya keributan di sekitar PKOR Way Halim, anggota langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengendalikan situasi," kata Pandiangan.

Pandiangan menuturkan korban yang diketahui merupakan atlet tinju dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut beserta barang bukti.

"Satu orang terduga pelaku sudah diamankan beserta barang bukti cangkul. Untuk motif kejadian masih kami dalami," ujarnya.

Pelatih Minta Proses Hukum

Cikal menyebut Ikhwan merupakan atlet potensial yang telah lolos seleksi dan dipersiapkan untuk memperkuat Lampung pada ajang PON Bela Diri 2026 di Manado. Ia berharap kasus ini diusut tuntas dan seluruh pihak yang terlibat segera ditangkap.

Menurutnya, insiden kekerasan tersebut tidak hanya merugikan korban secara pribadi, tetapi juga berdampak pada pembinaan olahraga prestasi di Lampung, termasuk lingkungan keluarga, pelatih, dan organisasi cabang olahraga terkait.

"Kami berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Korban adalah atlet yang sudah lolos PON Bela Diri 2026. Kejadian ini sangat merugikan atlet, keluarga, pelatih, dan Pengprov Pertina Lampung," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya