Liputan6.com, Paris - Dua balita berusia empat dan dua tahun ditemukan tewas di dalam mobil keluarga mereka di Prancis tenggara, ketika sebagian besar wilayah Eropa Barat dilanda gelombang panas ekstrem yang diperkirakan akan memecahkan rekor suhu tertinggi.
"Penyebab kematian masih belum dapat dipastikan, tetapi panas menjadi dugaan utama dalam penyelidikan," kata Helene Mourges, jaksa di Kota Carpentras, yang pada Senin (22/6/2026) sore diperkirakan mencatat suhu di atas 39 derajat Celsius seperti dikutip dari laporan The Guardian.
Advertisement
Kematian kedua anak tersebut terjadi setelah tiga warga lanjut usia berusia antara 80 hingga 95 tahun meninggal di sekitar Bordeaux pada akhir pekan, , yang menurut seorang pejabat terkait, akibat gangguan kesehatan yang dipicu suhu ekstrem. Selain itu, 13 orang lainnya dilaporkan tewas tenggelam dalam kecelakaan saat berenang.
Pemerintah Prancis pada Senin menempatkan setengah wilayah negaranya—49 dari 96 departemen administratif di daratan Prancis—dalam status peringatan merah tertinggi yang mengindikasikan ancaman terhadap keselamatan jiwa. Sekitar 35 juta penduduk diminta meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas fisik berat, dan tidak berlama-lama berada di bawah sinar matahari langsung.
Enam departemen lainnya akan ditambahkan ke daftar wilayah berstatus merah pada Selasa, sementara 35 departemen lain tetap berada dalam status siaga oranye.
"Suhu yang sangat tinggi akan bertahan dalam jangka waktu yang lama di seluruh negeri," kata badan meteorologi nasional Prancis, Meteo-France.
Menurut Meteo-France, suhu di wilayah barat dan tengah Prancis diperkirakan melampaui 40 derajat Celsius mulai Senin sore. Suhu diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius di Bordeaux, 41 derajat Celsius di Limoges, 40 derajat Celsius di Toulouse dan Tours, serta 39 derajat Celsius di Paris. Kondisi tersebut diperkirakan terus memburuk hingga akhir pekan.
Badan cuaca itu menyebut suhu minimum pada malam hari akan tetap jauh di atas normal setidaknya hingga Jumat.
Indeks panas nasional Prancis, yang dihitung berdasarkan rata-rata suhu siang dan malam dari 30 stasiun cuaca di seluruh negeri, pada Senin mencapai level tertinggi yang pernah tercatat untuk bulan Juni.
Lebih dari 1.300 sekolah di seluruh Prancis ditutup pada Senin. Sementara itu, sekitar 4.000 sekolah lainnya menyesuaikan jadwal kegiatan belajar agar para siswa dapat pulang lebih awal. Satu dari setiap 10 layanan kereta regional di sekitar Paris juga dibatalkan karena kekhawatiran terhadap dampak suhu tinggi pada rangkaian kereta dan rel.
"Banyak orang akan terdampak karena tubuh manusia harus menanggung paparan suhu tinggi yang berlangsung terus-menerus," kata Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist saat mengunjungi sebuah rumah sakit di Paris pada Senin.
Rist mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi para lansia dan tetangga yang rentan.
"Kita akan menghadapi setidaknya beberapa hari cuaca yang sangat, sangat panas. Kami benar-benar belum mengetahui kapan suhu akan mulai turun," ujar Rist kepada televisi Prancis.
Prancis tetap melanjutkan festival musik jalanan tahunan Fête de la Musique pada Minggu (21/6), meskipun sejumlah pemerintah daerah membatalkan seluruh rangkaian acara dan sebagian lainnya hanya menyelenggarakan kegiatan pada malam hari. Pembatasan konsumsi alkohol diberlakukan di banyak wilayah.
Spanyol hingga Italia Siaga Gelombang Panas
Spanyol menetapkan gelombang panas resmi pertama tahun ini yang berlangsung dari Minggu hingga Rabu, dengan suhu diperkirakan mencapai 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah. Acara pemutaran bersama pertandingan Piala Dunia antara tim nasional Spanyol dan Arab Saudi di Madrid dibatalkan.
Badan meteorologi Spanyol, Aemet, pada Minggu memperingatkan cuaca panas ekstrem yang akan berlangsung sepanjang siang dan malam serta mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah Basque di utara. Kota San Sebastian diperkirakan mencatat suhu hingga 40 derajat Celsius, lebih dari dua kali lipat rata-rata musiman.
"Kami mencatat suhu antara 5 hingga 10 derajat di atas normal untuk periode tahun ini, dan di beberapa wilayah utara bahkan lebih dari 10 derajat di atas rata-rata," kata juru bicara Aemet Ruben del Campo.
Di Jerman, penyelenggara menghentikan partai final turnamen tenis Berlin Open dan mengosongkan lokasi pertandingan akibat badai petir hebat, ketika suhu di ibu kota Berlin melampaui 30 derajat Celsius selama akhir pekan.
Sementara itu, suhu di Belgia yang telah menembus 30 derajat Celsius pada Minggu diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam sejarah pencatatan negara tersebut, kata David Dehenauw, kepala prakiraan cuaca di lembaga meteorologi IRM. Sejumlah layanan kereta pada jam sibuk dibatalkan untuk mengurangi risiko gangguan operasional.
Di Inggris, badan meteorologi Met Office mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk sebagian besar wilayah selatan Inggris dan beberapa wilayah di Wales hingga Kamis. Suhu diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius. Rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni di negara itu saat ini adalah 35,6 derajat Celsius yang tercatat pada 1976.
Italia pada Senin mengeluarkan peringatan merah gelombang panas untuk 12 kota, termasuk Milan, Turin, Venesia, Bologna, Florence, dan Roma.
Para ilmuwan mengatakan bahwa seiring meningkatnya suhu Bumi, kejadian cuaca panas ekstrem yang sebelumnya identik dengan puncak musim panas akan menjadi lebih sering terjadi, lebih intens, dan berlangsung lebih lama. Fenomena tersebut diperkirakan muncul lebih awal maupun bertahan lebih lama dibandingkan pola yang selama ini dikenal.