Gubernur NTB Ingatkan SPPG Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis

Iqbal mengaku telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi SPPG.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 22 Juni 2026, 16:06 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menerima ribuan massa aksi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanjutkan fi atas mobil komando aksi di depan Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik Kota Mataram, Senin (22/6/2026) (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menemui massa aksi yang menginginkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di depan pintu gerbang Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (22/6).

Dalam kesempatan itu, Iqbal menyoroti sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih kedapatan mengambil margin atau keuntungan tambahan dari belanja bahan baku program MBG.

Iqbal mengaku telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi dan menemukan indikasi adanya praktik mencari keuntungan di luar aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Saya tahu, dan saya sudah turun ke beberapa tempat. Masih ada SPPG yang mencari margin keuntungan tambahan dari bahan baku sehingga akhirnya membuat kualitas menu MBG menurun," ujar Iqbal seperti dilansir Antara, Senin (22/6).

Menurutnya, program MBG tidak boleh dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi. Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam program tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi dengan baik, bukan untuk menambah keuntungan pihak tertentu.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pengelola SPPG menghentikan praktik mengambil margin di luar ketentuan. Ia juga mengingatkan agar para pengelola meluruskan niat dalam menjalankan program yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak tersebut.

"Kalau yang tidak pernah mengambil margin tambahan dari bahan baku, alhamdulillah. Tapi yang masih melakukan, berhenti mulai hari ini. Tobat, istigfar, dan luruskan niat," tegasnya.

Iqbal menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi siapa pun yang bermain curang dalam program gizi untuk anak. Ia bahkan mengaku telah mencatat komitmen para pengelola SPPG dan akan mendorong tindakan tegas apabila pelanggaran serupa masih ditemukan di kemudian hari.

"Kalau program MBG ini dilanjutkan dan masih ada yang mengambil margin dari belanja bahan baku melebihi ketentuan, saya orang pertama yang akan meminta satgas dan BGN menangkap serta menutup SPPG yang melakukan itu," katanya.

Iqbal menambahkan kualitas makanan dan hak anak untuk mendapatkan gizi yang layak tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir oknum yang ingin mencari keuntungan tambahan. Iqbal pun berjanji apa yang menjadi aspirasi massa aksi akan diteruskan ke pemerintah pusat.

 

Unjuk Rasa Dukung MBG di Depan Kantor Gubernur

Aksi unjuk rasa damai ini diikuti ribuan massa yang mendukung program MBG untuk dilanjutkan. Aksi ini digelar di depan Kantor Gubernur NTB di Kota Mataram.

Dalam aksi tersebut, Koordinator Umum (Kordum) Syawaluddin Aweng menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo untuk melanjutkan program strategis nasional MBG karena dinilai berdampak nyata bagi pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, membuka jutaan lapangan kerja, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami sangat mendukung kebijakan Presiden Prabowo untuk mewujudkan tata kelola BGN yang bersih dari korupsi dan berkeadilan dalam kemitraan yang strategis," tegas Aweng.

Ia menyatakan masyarakat NTB sangat mendukung program unggulan Presiden Prabowo tersebut karena dinilai berpihak kepada masyarakat, mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM setempat.

Hal senada disampaikan aktivis perempuan sekaligus mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, Nurhidayah. Ia menyatakan aksi massa tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Presiden Prabowo untuk melanjutkan program MBG.

Ia mengingatkan massa aksi agar tidak gentar menghadapi pihak-pihak yang menyerukan penghentian program tersebut.

"Kita jangan diam, harus melawan upaya penghentian MBG. Mereka tidak tahu banyak perempuan NTB tidak menjadi pekerja di luar negeri karena ada MBG ini. Kalau program ini disetop, saya yakin angka pengangguran di NTB akan meningkat. Apakah daerah ini sanggup membuka lapangan pekerjaan selain melalui MBG?" katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya