Belum ke Jogja Jika Tak Beli Bakpia

Anda pasti pernah ke Yogya dan mencicipi penganan ala Yogya bukan? Ada begitu banyak sajian khas Yogja, salah satunya adalah bakpia.

oleh Liputan6 diperbarui 03 Jan 2014, 11:15 WIB
Citizen6, Yogyakarta: Macet. Inilah sebagian gambaran yang terjadi di Yogyakarta (Yogja) tiap memasuki masa liburan seperti sekarang ini. Sebagai kota wisata, Yogja tak luput dari incaran para wisatawan untuk berkunjung ke sana. Berbagai fasilitas dengan segala pernak - perniknya tersedia demi kenyamanan dan kepuasan para wisatawan.

Meski macet, tentu tak mengurangi kegembiraan mengunjungi berbagai objek wisata yang ada di sana. Dan tak lega rasanya jika pulang berwisata tak menenteng buah tangan (oleh-oleh) bagi keluarga dan saudara. Anda pasti pernah ke Yogya dan mencicipi penganan ala Yogya bukan? Ada begitu banyak sajian khas Yogja, salah satu di antaranya adalah bakpia.

Makanan yang termasuk jenis kue ini begitu laris diborong para wisatawan. "Belum ke Yogja jika tak beli bakpia", begitulah untuk menggambarkan kekhasan bakpia bagi Yogja. Dahulu orang mengenal bakpia Yogja identik dengan makanan berbentuk bundar pipih terbuat dari tepung dan gula berisi kacang hijau. Seiring kemajuan teknologi dan tuntutan pasar, produsen bakpia berlomba-lomba melakukan inovasi baik dari sisi bentuk, bahan, dan rasa. Selain tetap mempertahankan orisinalitas kacang hijau, beberapa produsen mengembangkan bakpia dengan isi beraneka rasa. Ada bakpia keju, coklat, susu, kumbu hitam, ubi ungu, kopi, nanas, stroberi, dll. Ada juga bakpia rasa durian yang tentu rasanya "mak nyus" di lidah.

Beberapa produsen baru mencoba melepaskan produknya dari pakem Bakpia Pathuk sebagai tempat awal berdirinya usaha bakpia di Yogyakarta sekitar tahun 1948. Mereka tak lagi mengandalkan merk dengan penonjolan angka, misalnya Bakpia 221 seperti kebanyakan bakpia khas Pathuk. Sebut saja, Bakpia Kurniasari yang berkibar namanya meski tidak menggunakan label angka khas Pathuk. Balutan kulit bakpia tebal garing dengan isi banyak dan rasa mantap, menjadikan bakpia yang salah satu tokonya berada di Ruko Pogung Lor, Jalan Ring Road Utara, Mlati, Sleman ini, laris manis. Jika Anda pecinta rasa sejati, coba bakpia ini.

Rasa coklatnya, coklat banget, kejunya juga keju banget. Kumbu hitamnya, hmm.. Daya tahan Bakpia Kurniasari yang cukup lama ( sampai 10 hari) menjadikannya sebagai pilihan terutama bagi pengunjung yang berjarak tinggal jauh atau akan dikirim keluar kota. Jika tengah masa liburan, jangan berharap Anda bisa dapat langsung membeli produknya, karena biasanya mereka sudah disibukkan dengan banyaknya jumlah pemesanan. Orang datang ke tokonya, untuk mengambil pesanan, bukan untuk membeli langsung.

Bakpia 25 dan Bakpia 75 adalah contoh produk bakpia terlama dan sukses yang masih disukai sampai sekarang. Bakpia 25 dapat Anda temukan di Pasar Pathuk atau di pusat oleh-oleh khas Jogja. Bakpia 25 mematok harga yang sama untuk semua rasa, termasuk kemasan yang berisi aneka rasa.

Anda ingin mencicipi bakpia dengan olahan aneka rasa menggoda, tak ada salahnya mencoba "bakpia blasteran" ala Bakpia Pia Djogja. Dalam satu kotaknya, akan Anda temukan sensasi rasa yang berbeda, ada coklat, capucino, tiramisu, keju, dll. Selain bakpia, produk khas mereka berupa ampyang coklat dan manis pedas, juga pantas untuk dicoba. Istimewanya, bakpia ini pernah terpilih menjadi official snack pada royal wedding putri bungsu Sri Sultan HB IX tahun 2011 lalu.

Bakpia Pia Djogja menjadi salah satu snack yang khusus disajikan untuk kenikmatan para tamu undangan. Bakpia ini dikemas dengan bentuk yang mudah, bisa dimakan langsung dan dapat dibawa pulang sebagai souvenir. Bakpia Pia Djogja bisa didapatkan di Ruko jl. Wates, jl.Suryotaman, jl. Kaliurang. Jika menginginkan revolusi bentuk bakpia, Bakpia Stik yang berada di jl. HOS Cokroaminoto pantas menjadi pilihan. Wujud konvensional bakpia yang bundar pipih tergantikan dengan bentuk stik. Keunikan yang lain, tutup kemasan Bakpia Stik dapat disobek dan alasnya bisa digunakan sebagai wadah saat penyajian.

Menikmati bakpia sambil melihat proses membuatnya? Hanya ada di open kitchen Bakpia Kencana yang berlokasi di Pusat Oleh-oleh Ambarketawang, Jalan Wates, Gamping. Sembari mencari oleh-oleh, kita bisa menyaksikan tangan-tangan terampil mengolah bakpia di tengah harumnya aroma ketika dipanggang. Bakpia Kencana juga memproduksi pia crispy, mirip kue molen tapi lebih garing dengan isian sama dengan bakpia. Pia crispy bisa tahan sampai dua bulan, lebih lama dari bakpia yang bertahan lima hari.

Ingin bakpia yang dua-tiga gigit langsung habis? Bakpia Merlino dan Bakpia Raminten bisa dicoba asyiknya. Bentuk bulatnya yang lebih kecil dibanding bakpia merk lain, dengan isian lezat akan membuat si penikmat tak terasa menghabiskan butir demi butirnya. Hmmm.. Sudah terbayang kelezatan aneka bakpia kan? Masih ada begitu banyak merk bakpia yang belum disebutkan dalam tulisan ini yang tentunya mempunyai sensasi rasa dan kekhasan tersendiri. Ke Yogja? Yuk, borong bakpia. (mar)

Penulis
Puspita Satyawati
Yogyakarta,  ummu.axxx@yahoo.com

Baca juga:
Gurih dan Pedasnya Ayam Geprek Bu Rum Yogya
Rujak Kuah Pindang, Kuliner `Nyentrik` Khas Bali
Ini Pedagang Lumpia Tertua di Semarang


Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Mulai 16 Desember sampai 3 Januari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Resolusi 2014". Ada kado akhir tahun dari Liputan6.com, Dyslexis Cloth, dan penerbit dari Gramedia bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya