AHY Bicara Peran Oposisi di Tengah Polemik Sikap PDI-P

Pernyataan itu disampaikan AHY menanggapi polemik sikap PDI Perjuangan yang belakangan dinilai koalisi Prabowo telah bermain dua kaki.

oleh DelviraDiterbitkan 22 Juni 2026, 14:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/5/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan oposisi berperan menyampaikan kritik yang konstruktif sekaligus menawarkan solusi, bukan memecah belah bangsa. Ia juga menekankan pentingnya ruang kritik dan mekanisme checks and balances agar demokrasi bekerja.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY di Senayan saat menanggapi sorotan atas posisi politik PDI Perjuangan yang belakangan menjadi perbincangan. 

Menurut AHY, pengalamannya memimpin Partai Demokrat yang pernah berada di dalam maupun di luar pemerintahan membuatnya memahami tanggung jawab pada kedua posisi dalam sistem demokrasi.

"Ketika menjadi oposisi, tugasnya memberikan pandangan dan kritik yang konstruktif serta menghadirkan solusi, bukan memecah belah bangsa dan bukan pula mendiskreditkan seolah semuanya salah," kata AHY di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Peran Oposisi dan Ruang Kritik

Dia menambahkan, bagi partai yang berada di pemerintahan, tanggung jawabnya adalah memastikan jalannya pemerintahan berjalan baik.

"Ketika ada aspirasi masyarakat yang benar, pemerintah juga harus mendengarkan dan melakukan evaluasi," kata dia.

"Saya melihat demokrasi kita akan semakin sehat dan matang apabila semangat seperti itu terus dijaga. Checks and balances merupakan bagian penting dari demokrasi, apa pun pilihan politik dan hasil pemilu," lanjutnya.

AHY Tekankan Kepentingan Nasional

Menanggapi pertanyaan terkait posisi politik PDIP, AHY menyatakan menghormati setiap partai yang memiliki sikap masing-masing, seraya mengingatkan prioritas pada agenda kebangsaan.

AHY bercerita Demokrat memiliki pengalaman lengkap baik sebagai oposisi dan berada di pemerintahan. Untuk itu, dia mengingatkan meski partai bisa berbeda, namun kepentingan nasional perlu ditempatkan di atas kepentingan partisan.

"Saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan masing-masing. Semua punya agenda dan kepentingan. Tetapi mari kita menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan partisan," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya