Cerita Gen Z Mau Jadi Jutawan, Lirik Investasi Sejak Remaja

Dalam sebuah penelitian terhadap 1.013 responden Gen Z di Australia, sekitar 69 persen menganggap investasi adalah hal penting.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 22 Juni 2026, 06:00 WIB
arti gen z dalam bahasa gaul ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Minat investasi di kalangan anak muda, khususnya generasi Z (Gen Z) disebut mulai meningkat. Salah satu Gen Z di Australia bahkan berambisi untuk menjadi jutawan di usia 30 tahun.

Michelle Huynh, jadi satu Gen Z yang melek investasi sejak remaja. Dia memulai investasinya di pasar saham sejak berumur 18 tahun. Delapan tahun setelahnya, pada usia 26 tahun, di punya portofolio investasi AU$ 240.000 atau setara Rp 2,99 miliar (asumsi kurs Rp 12.500 per dolar Australia).

“Yang menjadi jelas bagi saya adalah bahwa investasi bukan lagi sesuatu yang sekadar bagus untuk dimiliki. Mungkin 30 tahun lalu, saat orang tua saya seusia saya, itu benar. Tetapi sekarang bukan lagi sesuatu yang bisa kita tunda begitu saja,” kata Huynh, mengutip Yahoo Finance, Senin (22/6/2026).

Perempuan yang bermimpi jadi jutawan di usia 30 tahun ini merasa sudah dalam jalur yang tepat. Orangtua yang merupakan imigran dari Vietnam jadi rujukan Huynh dalam mengelola keuangan dan investasinya.

Dua tahun lalu, Huynh membeli rumah pertamanya berupa properti investasi di Perth senilai AU$ 580.000 atau Rp 7,24 miliar. Ia membayar uang muka sebesar 15 persen, sementara orangtuanya menjadi penjamin untuk 5 persen sisanya sehingga ia dapat menghindari biaya asuransi kredit pemilikan rumah (lenders mortgage insurance).

Ia memilih jalur sebagai investor dan masih tinggal bersama orangtuanya. Ia tidak terlalu berfokus untuk memiliki rumah yang ia tinggali saat ini, terutama mengingat tingginya harga properti di Sydney. 

"Sejujurnya, saya tidak melihat cara untuk masuk ke pasar properti Sydney dengan gaji dan tabungan saya saat ini. Jadi jika saya tidak ingin menutup peluang membeli rumah untuk saya tinggali di masa depan, cara terbaik adalah mempersiapkan kondisi keuangan saya dari sekarang,” katanya.

Nilai properti investasi Huynh sendiri telah meningkat dan terakhir diperkirakan bernilai AU$ 780.000 atau Rp 9,74 miliar. Ia terus menginvestasikan sekitar 60 persen dari pendapatannya ke saham, dengan sebagian besar portofolionya ditempatkan pada ETF (Exchange-Traded Funds).

Investasi Saham Dilirik Gen Z

Ilustrasi atur keuangan (Foto: Unsplash/Yuri Krupenin)

Minat Gen Z pada investasi, selayaknya Huynh tadi ternyata sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Anyway dan Raiz. Temuannya, sebanyak 69 persen dari 1.013 responden Gen Z di Australia menganggap investasi sebagai hal yang 'sangat penting' bagi masa depan keuangan mereka.

Kemandirian finansial (61 persen) dan penciptaan kekayaan jangka panjang (55 persen) menjadi motivasi terbesar untuk berinvestasi, sementara setengah dari responden mengaku 'sangat' atau 'amat sangat' tertarik untuk berinvestasi.

Sebanyak 83 persen lainnya mengaku kini percaya bahwa memiliki rumah akan menjadi 'mustahil' tanpa dukungan keluarga. Meski demikian, hanya 32 persen yang benar-benar berencana berinvestasi dalam 12 bulan ke depan, dan setengah dari mereka mengatakan tidak tahu harus mulai dari mana.

Kepala Produk Raiz Invest, Tom Nguyen, mengatakan hasil tersebut mencerminkan generasi yang ingin membangun stabilitas keuangan jangka panjang, tetapi merasa kewalahan oleh ketidakpastian dan tekanan finansial.

"Ini bukan soal kurangnya ambisi. Ini adalah kesenjangan kepercayaan diri. Anak muda Australia bukan tidak tertarik pada investasi, mereka hanya merasa kewalahan olehnya,” ujarnya.

Jumlah Investor Anak Muda

Jumlah anak muda Australia yang berinvestasi di saham juga menjadi perdebatan dalam beberapa minggu terakhir. Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, menyatakan berdasarkan data pajak bahwa hanya satu dari sepuluh orang di bawah usia 35 tahun yang memiliki saham.

Namun, survei lain menunjukkan angka yang lebih tinggi. Salah satunya survei ASIC yang memperkirakan hampir satu dari lima orang berusia di bawah 28 tahun memiliki saham.

Raiz sendiri memiliki lebih dari 210.000 pengguna berusia 18 hingga 39 tahun, dan setengah dari seluruh pendaftar baru selama setahun terakhir berasal dari Gen Z.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya