Donald Trump: Apple dan Intel akan Produksi Chip di AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Apple dan Intel bekerjasama untuk memproduksi chip.

oleh IskandarDiterbitkan 21 Juni 2026, 09:11 WIB
Logo pada Kantor Apple. (Unsplash/Trac Vu)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggemparkan industri teknologi lewat klaim terbarunya di platform media sosial Truth Social.

Trump menyatakan raksasa teknologi Apple telah merampungkan kesepakatan besar dengan Intel untuk merancang sekaligus memproduksi komponen chip semi-konduktor langsung di dalam negeri.

Klaim sepihak ini sekaligus memperkuat serangkaian rumor yang beredar dalam beberapa bulan terakhir terkait kemitraan awal kedua perusahaan, meski baik Apple maupun Intel hingga kini masih bungkam dan belum memberikan konfirmasi resmi.

Bukan Trump namanya jika tidak melontarkan pernyataan kontroversial. Dalam unggahan yang sama, ia secara blak-blakan menyerang kebijakan pemerintahan terdahulu yang dinilainya teledor dalam menjaga aset ekonomi negara.

"Presiden-presiden bodoh mengabaikan ekonomi kita begitu saja, dan membiarkan Taiwan serta negara-negara lain mencuri pabrik semi-konduktor kita," tulis Trump dengan nada sarkas, dikutip dari Engadget, Minggu (21/6/2026).

Sebelumnya, laporan investigasi The Wall Street Journal pada Mei 2026 memang sempat mengendus adanya kesepakatan strategis ini.

Intel diproyeksikan bakal memproduksi sebagian chip yang akan mentenagai perangkat-perangkat anyar Apple di AS. Langkah ini kabarnya tidak lepas dari intervensi agresif Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang dilaporkan berulang kali melobi jajaran eksekutif Apple sepanjang 2025 agar mau kembali bekerja sama dengan Intel.

 

Hubungan Apple dan Intel Kembali Hangat

Hubungan Apple dan Intel sendiri sempat merenggang setelah Apple memutuskan beralih menggunakan chip buatan mandiri (Apple Silicon) yang diproduksi oleh perusahaan raksasa Taiwan, TSMC.

Namun, angin perubahan tampaknya mulai berembus. Analis kenamaan, Ming-Chi Kuo, mengungkapkan Apple telah memulai pengujian System on a Chip (SoC) berbasis proses manufaktur 18A-P milik Intel.

Kuo memprediksi Intel akan menguji coba lini produksi prosesor Apple sepanjang tahun ini, sebelum benar-benar memulai produksi massal dan pengiriman pada tahun depan.

Rencananya, produksi chip untuk iPhone dan Mac ini akan dipusatkan di pabrik-pabrik Intel yang berlokasi di Oregon, Arizona, dan Ohio. Kendati demikian, dominasi TSMC dipastikan belum akan goyah, sebab sebagian besar manufaktur chip Apple diperkirakan tetap akan dipegang oleh perusahaan Taiwan tersebut.

 

Skema Timbal Balik

Menariknya, Trump juga mengindikasikan adanya skema timbal balik yang menguntungkan pemerintah dalam kerja sama ini.

"Kami memutuskan untuk membantu Intel dengan imbalan 10 persen saham mereka," ungkap Trump, merujuk pada desakan pemerintah agar Apple merangkul Intel kembali.

Pernyataan ini sejalan dengan manuver politik pemerintah AS yang telah menyuntikkan dana investasi sebesar USD 8,9 miliar ke saham Intel pada Agustus 2025.

Suntikan modal raksasa ini didanai oleh sisa anggaran CHIPS Act serta alokasi khusus dari program Secure Enclave, yang kini mempertegas keterlibatan langsung negara dalam peta persaingan teknologi dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya