Liputan6.com, London - Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer menghadapi tekanan politik yang semakin besar setelah kemenangan telak Andy Burnham dalam pemilihan sela di daerah pemilihan Makerfield. Hasil tersebut memicu desakan dari sejumlah anggota Partai Buruh agar Starmer mulai menyiapkan proses pergantian kepemimpinan.
Menurut laporan BBC, Jumat (19/6/2026), sejumlah anggota parlemen Partai Buruh meminta Starmer menetapkan jadwal pengunduran dirinya dan membuka jalan bagi Burnham, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, untuk mengambil alih kepemimpinan tanpa melalui kontes internal partai yang berpotensi memecah belah.
Advertisement
Namun, Starmer menegaskan tidak memiliki rencana untuk mundur dari jabatannya, dikutip dari BBC, Sabtu (20/6).
"Saya terpilih untuk melayani negara ini dengan mandat yang kami peroleh pada pemilihan umum dua tahun lalu," kata Starmer kepada BBC.
Ia mengatakan pemerintahannya telah berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan kembali arus imigrasi, serta masih memiliki banyak agenda yang ingin diwujudkan.
"Jika ada kontes kepemimpinan, ya, saya akan maju. Saya akan ikut serta dan saya sudah berulang kali mengatakan bahwa saya tidak akan mundur," tegasnya.
Sementara itu, kubu Andy Burnham dikabarkan meminta Starmer memanfaatkan akhir pekan untuk mempertimbangkan kembali posisinya setelah mendengarkan masukan dari para menteri kabinet, anggota parlemen, dan keluarganya.
Respons Calon Penantang
Burnham maupun Menteri Kesehatan Wes Streeting, yang juga disebut-sebut sebagai calon penantang Starmer, dilaporkan tidak akan memberikan wawancara kepada media selama akhir pekan. Langkah tersebut disebut sebagai upaya memberi ruang bagi Starmer untuk mengambil keputusan.
Di tengah tekanan tersebut, Starmer menghabiskan sebagian besar hari Jumat dengan menghubungi sejumlah menteri kabinet guna mengukur tingkat dukungan terhadap kepemimpinannya.
Menteri Transportasi Heidi Alexander dilaporkan menjadi salah satu anggota kabinet yang menyarankan agar Starmer mulai menetapkan jadwal pengunduran dirinya.
Namun, juru bicara Alexander enggan mengungkap isi pembicaraan tersebut.
"Heidi dan perdana menteri berbicara siang ini sebagai bagian dari komunikasi yang lebih luas dengan anggota kabinet. Itu merupakan percakapan pribadi dan saya tidak akan mengungkapkan apa yang dibahas," katanya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Rachel Reeves dilaporkan telah berbicara dengan Starmer beberapa jam setelah hasil pemilihan sela diumumkan dan menyampaikan dukungan penuh kepada perdana menteri.
Tekanan terhadap Starmer sebenarnya telah muncul sejak bulan lalu setelah Partai Buruh mencatat hasil buruk dalam sejumlah pemilihan. Beberapa menteri senior, termasuk Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood dan Menteri Energi Ed Miliband, disebut telah mendesaknya agar menetapkan jadwal pengunduran diri.
Situasi politik di tubuh Partai Buruh diperkirakan akan kembali menjadi sorotan pada rapat kabinet yang dijadwalkan berlangsung Selasa pekan depan, ketika seluruh menteri senior berkumpul untuk membahas arah pemerintahan dan kepemimpinan partai.