Pasokan Batu Bara ke PLN Sempat Terganggu, Ini Faktor Penyebabnya

Pengamat mengungkap cuaca, logistik, kualitas batu bara, hingga tingginya harga ekspor bisa memengaruhi pasokan batu bara ke PLN.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 19 Juni 2026, 19:20 WIB
PLN memastikan terus pemenuhan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sesuai rencana. Foto: PLN

Liputan6.com, Jakarta - Pasokan batu bara ke pembangkit listrik PT PLN (Persero) sempat menjadi sorotan di tengah terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Pengamat menilai gangguan pasokan batu bara bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari cuaca, kendala logistik, kualitas batu bara, hingga pertimbangan harga yang membuat produsen lebih memilih pasar ekspor.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar, mengungkap sejumlah faktor yang dapat menyebabkan pasokan batu bara ke pembangkit listrik PLN tersendat. Menurutnya, kendala pasokan memang tidak sering terjadi, namun beberapa kali sempat mengganggu operasional pembangkit.

"Sebenarnya tidak sering terjadi, tetapi memang beberapa kali terjadi ketika permintaan listrik meningkat atau terjadi gangguan pasokan dari pemasok (batu bara)," kata Bisman saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (19/6/2026).

Belakangan, isu keterbatasan pasokan batu bara mencuat setelah terjadinya pemadaman listrik di sejumlah daerah. Menurut Bisman, terdapat beberapa faktor yang kerap menghambat distribusi batu bara hingga ke pembangkit listrik.

"Biasanya karena cuaca, kendala logistik pengangkutan, atau kualitas batu bara yang enggak sesuai dengan spesifikasi pembangkit," ujarnya.

Selain faktor teknis, aspek harga juga menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha batu bara. Saat ini harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) dipatok sebesar US$ 70 per ton. Sementara itu, Harga Acuan Batu Bara (HAB) untuk kualitas tertentu dapat mencapai sekitar US$ 128 per ton.

"Selain itu, kalau pas harga ekspor tinggi, banyak yang utamakan ekspor," tandasnya.

 

Bahlil Janji Tak Ada Pemadaman Listrik Lagi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak akan ada lagi pemadaman listrik ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit PLN tetap terjaga.

Bahlil menyampaikan hal itu usai menghadiri rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.

"InsyaaAllah enggak," kata Bahlil saat ditanya mengenai potensi pemadaman listrik ke depan, Kamis (18/6/2026).

 

Pasokan Batu Bara Dinilai Aman

Bahlil menegaskan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN saat ini dalam kondisi aman. Meski masih terdapat kekurangan kontrak pasokan, jumlahnya dinilai tidak signifikan dan tidak akan mengganggu operasional pembangkit.

"Batu baranya pun dari total kebutuhan 154 juta ton PLN pada tahun 2026, kita sudah, PLN sudah melakukan kontrak 134 juta ton. Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 sampai 20 juta ton yang belum. Jadi overall enggak ada masalah," terangnya.

Menurut Bahlil, pemenuhan kebutuhan sekitar 18 juta hingga 20 juta ton batu bara yang masih kurang tersebut akan segera diselesaikan dalam waktu dekat. Dengan demikian, kebutuhan batu bara pembangkit listrik PLN untuk Juni 2026 dipastikan tetap aman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya