Cerita menarik didapatkan jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan saat konferensi pers menjelang laga Grup I antara Prancis melawan Senegal, Senin (16/06/2026) waktu setempat. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Situasi konferensi pers yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey tersebut terasa sedikit berbeda dibandingkan di Indonesia. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Power Your Hydration. (Adv/Powerade)
Suasana berbeda langsung terjadi begitu pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps dan N'Golo Kante memasuki ruangan konferensi pers. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Tidak ada sambutan panjang ataupun kalimat pembuka pada konferensi pers. Sesi langsung memasuki agenda tanya jawab dari para jurnalis. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Dalam hitungan detik, puluhan tangan langsung terangkat tinggi untuk berebut kesempatan untuk bertanya. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Persaingan untuk mendapatkan giliran bertanya terasa sangat ketat. Maklum, konferensi pers yang melibatkan tim besar seperti Prancis selalu dipadati wartawan dari berbagai belahan dunia. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Keunikan lain ditemui KLY Sports adalah peran vital interpreter atau juru bahasa dalam sesi konferensi pers tersebut. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
FIFA menyediakan layanan interpreter secara langsung selama konferensi pers berlangsung menggunakan tiga bahasa utama, yaitu Inggris, Spanyol, dan Prancis. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Hal itu membuat proses tersebut berlangsung nyaris tanpa jeda, membuat jalannya konferensi pers tetap lancar meski dihadiri media dari berbagai penjuru dunia. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)
Pengalaman menghadiri konferensi pers Piala Dunia 2026 memberikan gambaran betapa besarnya skala turnamen ini, tidak hanya bagi pemain dan pelatih, tetapi juga bagi para jurnalis. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)