Harga Perak Antam 19 Juni 2026 Merosot Rp 2.600

Berikut harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) saat harga perak dunia turun pada Jumat, (19/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 19 Juni 2026, 12:46 WIB
(Ilustrasi perak-silver by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada Jumat, (19/6/2026). Koreksi harga perak ini mengikuti harga perak dunia dan harga emas antam.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp 2.600 menjadi Rp 43.150. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 45.750.

Ada sejumlah produk perak yang disediakan Antam antara lain perak butiran murni 99,95%, perak batangan 250 gram dan perak batangan 500 gram.

Perak batangan 250 gram ditetapkan Rp 11.312.500 dan perak batangan 500 gram dipatok Rp 21.700.000.

Lalu bagaimana harga perak dunia?

Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia melemah 2,62% menjadi US$ 63,93. Harga perak turun di bawah US$ 65 per ons pada Jumat pekan ini. Diperkirakan, harga perak merosot sekitar 5% selama sepekan, karena sinyal hawkish dari Federal Reserve (the Fed) lebih besar daripada dampak positif dari perjanjian damai Amerika Serikat-Iran yang mendorong harga minyak lebih rendah dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Pada Rabu pekan ini, the Fed pertahankan suku bunga seperti yang diprediksi tetapi mengindikasikan peningkatan dukungan untuk menaikkan suku bunga. Biaya pinjaman yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti perak.

Sementara itu, investor menyambut baik tanda-tanda membaiknya kondisi pengiriman melalui Selat Hormuz setelah kesepakatan perdamaian sementara AS-Iran mulai berlaku, mengakhiri konflik berkepanjangan yang memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.

Namun demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati, dengan harapan dibutuhkan waktu berbulan-bulan bagi aktivitas pengiriman dan aliran energi untuk pulih ke tingkat yang terlihat sebelum konflik dimulai pada akhir Februari.

Harga Emas Dunia

Seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, harga emas dunia melemah tipis pada Kamis, 18 Juni 2026 (Jumat waktu Jakarta). Koreksi harga emas terjadi oleh sinyal kebijakan hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) dan dolar AS yang lebih kuat. Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang mengurangi kekhawatiran inflasi dan menurunkan pasar minyak memberikan tekanan ke harga.

Mengutip CNBC, Jumat, (19/6/2026), harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$ 4.232,01 per ounce. Harga emas spot menyentuh level terendah sejak November 2025.

Harga emas berjangka AS anjlok 3,1% menjadi US$ 4.245,90.

“Hal sangat signifikan adalah kecenderungan hawkish dari the Fed kemarin. Itu membuat dolar AS mencapai level tertinggi baru tahun ini, yang membuat emas tetap berada di bawah tekanan,” ujar Vice President and Senior Metal Strategist Zaner Metals, Peter Grant.

The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu pekan ini. Namun, sembilan dari 19 pembuat kebijakan melihat perlu kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Dolar AS menguat setelah pernyataan kebijakan dan saat ini berada pada level tertinggi dalam satu tahun, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP

Pasar sekarang memprediksi peluang kenaikan suku bunga AS sebesar 88% pada Desember, menurut CME FedWatch Tool. Hal ini lebih tinggi dari peluang 61% yang terlihat dalam pernyataan kebijakan the Fed.

Emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya kesulitan dalan lingkungan suku bunga tinggi. Harga emas telah berada di bawah tekanan sejak awal konflik di Timur Tengah, karena kenaikan biaya bahan bakar memicu kekhawatiran inflasi.

AS dan Iran merilis teks perjanjian sementara yang ditandatangani presiden untuk mengakhiri perang pada Rabu pekan ini.Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan serangan jika Iran gagal memenuhi komitmen.

Harga minyak mentah Brent merosot ke level terendah sejak 2 Maret. Sedangkan harga minyak mentah WTI berada di level terendah sejak 4 Maret.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya