Daftar Direksi BEI Periode 2026-2030

OJK menetapkan 7 orang anggota direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) masa jabatan 2026-2030.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 18 Juni 2026, 20:25 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan 7 orang terpilih untuk mengisi posisi anggota direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) masa jabatan 2026-2030. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan 7 orang terpilih untuk mengisi posisi anggota direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) masa jabatan 2026-2030.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, untuk memilih 7 direktur baru BEI. Ketujuh sosok ini disaring dari total 28 orang dalam 4 paket pasca melakukan fit & proper test.

"Alhamdulillah sudah terpilih 7 orang terbaik di masing-masing bidang," ujar wanita yang akrab disapa Kiki tersebut, Kamis (18/6/2026).

Adapun susunan anggota Direksi BEI periode 2026-2030 sebagai berikut:

1. Jeffrey Hendrik – Direktur Utama

2. Saidu Solihin – Direktur Penilaian Perusahaan

3. Irvan Susandy – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa

4. Yulianto Aji Sadono – Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan

5. Abdul Munim – Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko

6. Iding Pardi – Direktur Pengembangan

7. Umi Kulsum – Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.

Kepada nama-nama tersebut, Kiki berharap mereka berkomitmen dalam memberikan yang terbaik untuk pengembangan Bursa Efek ke depan. Dengan mengedepankan tata kelola, dan melanjutkan reformasi integritas di pasar modal.

 

Rumah yang Baik untuk Semua

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Tak lupa, ia meminta agar Bursa Efek Indonesia ke depan bisa menjadi rumah terbaik bagi seluruh pelakunya, baik itu para investor hingga perusahaan tercatat.

"Karena semua akan melihat bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan, untuk terus bagaimana Bursa Efek Indonesia bisa melaksanakan tugasnya dan juga bagaimana Pasar Modal Indonesia bisa jadi rumah yang baik untuk seluruh investor, emiten, perusahaan efek, dan semuanya," tuturnya.

"Sehingga kita kedepankan integritas, tata kelola, dan juga kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan hingga akan menjadi pasar modal yang semakin maju dan berkembang, dan bisa semakin menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia," dia menekankan.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya