Liputan6.com, Tokyo - Kepolisian Jepang mencatat rekor baru jumlah pendaki yang mengalami insiden di kawasan pegunungan sepanjang 2025. Sebanyak 3.623 orang dilaporkan terjebak atau membutuhkan pertolongan, termasuk 246 wisatawan asing, yang juga menjadi angka tertinggi sejak pencatatan dilakukan.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Kepolisian Nasional Jepang pada Kamis (18/6/2026), jumlah tersebut meningkat 266 kasus dibandingkan 2024.
Advertisement
Catatan 2025 juga menjadi yang tertinggi sejak data mulai dihimpun pada 1961. Rekor sebelumnya tercatat pada 2024 dengan 3.357 kasus, dikutip dari Antara News, Jumat (19/6).
Dari total insiden pada 2025, sebanyak 332 pendaki dinyatakan meninggal dunia atau hilang, naik 32 orangdibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 1.480 pendaki dilaporkan mengalami luka-luka.
Data juga menunjukkan kelompok lanjut usia menjadi yang paling rentan mengalami kecelakaan di pegunungan. Sebanyak 47,6 persen korban merupakan pendaki berusia 60 tahun ke atas.
Selain itu, 30,9 persen dari seluruh insiden terjadi karena pendaki tersesat saat berada di jalur pendakian.
Jumlah wisatawan asing yang mengalami insiden juga mencetak rekor baru. Sepanjang 2025, tercatat 246 turis mancanegara membutuhkan bantuan di kawasan pegunungan, meningkat 111 kasus dibandingkan 2024.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Badan Kepolisian Nasional mulai mendata keterlibatan wisatawan asing pada 2018.
Dari total wisatawan asing yang mengalami insiden, sekitar 203 orang atau lebih dari 80 persen merupakan pemain ski lintas alam maupun pendaki gunung.
Berdasarkan wilayah, Prefektur Nagano menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 358 insiden. Posisi berikutnya ditempati Hokkaido dengan 199 kasus, disusul Prefektur Yamanashi yang mencatat 192 kasus.
Sementara itu, jumlah pendaki yang mengalami insiden di Gunung Fuji menunjukkan tren menurun dalam lima tahun terakhir, meski gunung tertinggi di Jepang tersebut masih menjadi salah satu destinasi pendakian paling populer di negara itu.