Putin Sambut Pemimpin ASEAN pada KTT di Kazan

KTT Rusia-ASEAN berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Putin sebagai tuan rumah ikut hadir.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 18 Juni 2026, 18:12 WIB
Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Selasa (12/5/2026), mendengarkan laporan dari Kepala Pasukan Rudal Strategis Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Karakayev, mengenai keberhasilan uji rudal balistik antarbenua Sarmat. (Dok. Mikhail Metzel/Sputnik/Kremlin Pool via AP)

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kazan, Rusia, Rabu (17/6/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, hingga kerja sama strategis antara Rusia dan ASEAN.

KTT Rusia-ASEAN yang berlangsung selama dua hari itu sekaligus menandai 35 tahun hubungan kemitraan dialog antara Rusia dan ASEAN. Agenda pertemuan mencakup pembahasan penguatan kerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yuri Ushakov mengatakan para peserta akan membahas berbagai isu regional maupun global, sekaligus mengevaluasi perkembangan hubungan Rusia dengan ASEAN, dikutip dari AP News, Kamis (18/6/2026).

Menurut Ushakov, para pemimpin juga akan menegaskan komitmen bersama dalam membangun tatanan dunia multipolar yang adil dan demokratis berdasarkan hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam sambutan yang disampaikan pada forum bisnis di sela-sela KTT, Putin menyatakan optimistis pertemuan tersebut akan membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri antara Rusia dan negara-negara ASEAN.

"Saya yakin forum ini akan menciptakan peluang baru untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama industri yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat dialog langsung di antara komunitas bisnis kita," kata Putin.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya