IHSG Dibuka Melemah, Seluruh Sektor Saham Kompak Ambruk

IHSG langsung merosot 1,55% ke level 6.130 di awal perdagangan Kamis pagi (18/6/2026).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 Juni 2026, 09:10 WIB
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan di awal perdagangan Kamis pagi ini. Seluruh sektor berada di zona merah dengan penurunan terdalam sektor infrastruktur.

Mengutip data RTI, Kamis (18/6/2026), IHSG dibuka melemah ke 6.191,89 dari penutupan sebelumnya di level 6.220,74. Indeks saham LQ45 juga mengalami tekanan dengan turun 1,49% menjadi 615,60. Seluruh indeks saham acuan terbakar.

Pelemahan IHSG masih terus berlanjut. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG turun 1,55% menjadi 6.130,19. Sedangkan indeks LQ45 juga melemah 2% ke 612,44.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.197,17 dan terendah 6.144,54. Sebanyak 285 saham melemah sehingga menekan IHSG. Selain itu, 178 saham menghijau dan 189 saham diam di tempat.

Totral frekuensi perdagangan saham 120.700 kali dengan volume perdagangan saham 1,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 900 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.843.

Seluruh sektor saham mengalami tekanan. Sektor saham infrastruktur turun 1,98% dan mencetak pelemahan terbesar. Sektor saham keuangan juga melemah 0,99% dan disusul sektor saham basic yang turun 0,98%.

IHSG Diprediksi Melejit

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat pada perdagangan saham, Kamis (18/6/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.476-6.577. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,55% ke 6.220 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di atas moving average (MA)20 harian.

Dalam catatan riset MNC Sekuritas menyebutkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3.  MNC Sekuritas memprediksi, IHSG akan menguat dengan menguji posisi 6.476-6.577.

“Namun demikian, tetap mencermati akan ada koreksi dari IHSG ke level area 6.113-6.176,” demikian seperti dikutip.

Riset MNC Sekuritas menyebutkan, IHSG hari ini akan bergerak di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.285,6.459.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG akan berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 6.170-6.400.

Rekomendasi Saham

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sedangkan dalam riset MNC Sekuritas memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Timah Tbk (TINS), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Trading Buy

Saham AMRT menguat 2,89% ke 1.425 dan masih didominasi oleh volume pembelian, pergerakannya pun masih berada pada rentang Moving Average (MA)20 dan MA60.

“Saat ini, posisi AMRT diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” demikian seperti dikutip.

Trading Buy: 1.305-1.380

Target Price: 1.470, 1.535

Stoploss: below 1.295

 

2.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

Saham TINS terkoreksi 1,72% ke 3.540 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu menembus MA60.

“Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B],”

Buy on Weakness: 3.130-3.380

Target Price: 3.710, 3.940

Stoploss: below 3.100

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya