Ilmuwan Temukan Kuburan Paus Terdalam di Dunia

Di mana letak kuburan paus itu?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 16 Juni 2026, 21:30 WIB
ilustrasi Fosil Paus via Pixabay / just-pics

Liputan6.com, Canberra - Tim ilmuwan internasional menemukan kawasan kuburan paus terdalam dan terluas yang pernah tercatat di dunia di dasar Samudra Hindia bagian tenggara. Lokasi yang dijuluki sebagai "nekropolis paus" itu menyimpan ratusan fosil paus purba berusia jutaan tahun serta bangkai paus modern yang menjadi habitat berbagai organisme laut dalam.

Penemuan tersebut dilakukan oleh peneliti dari Tiongkok, Italia, dan Selandia Baru saat menjelajahi zona patahan Diamantina menggunakan kapal selam penelitian. Mereka menemukan fosil paus pada kedalaman hingga 7.002 meter di bawah permukaan laut, menjadikannya kuburan paus terdalam yang pernah diketahui.

Dalam 32 kali penyelaman, tim peneliti mendokumentasikan sedikitnya 485 lokasi fosil paus dan lima bangkai paus modern yang masih berada dalam berbagai tahap pembusukan, dikutip dari laman The Guardian, Selasa (16/6/2026).

Para ilmuwan memperkirakan kawasan tersebut membentang sepanjang sekitar 1.200 kilometer dan kemungkinan merupakan koridor bangkai paus terbesar yang pernah ditemukan. Salah satu temuan penting adalah tengkorak paus berparuh purba yang diperkirakan berusia sekitar 5,3 juta tahun, serta fosil spesies baru yang diberi nama Pterocetus diamantinae.

Selain memiliki nilai penting bagi penelitian evolusi paus, bangkai-bangkai tersebut juga membentuk ekosistem unik di laut dalam. Peneliti menemukan berbagai organisme yang hidup memanfaatkan sisa-sisa bangkai paus, termasuk cacing pemakan tulang, krustasea, moluska, dan bintang laut rapuh.

Tim peneliti menduga sebagian organisme yang ditemukan merupakan spesies yang belum pernah dideskripsikan sebelumnya oleh ilmu pengetahuan.

Penulis studi dari Universitas Pisa, Giovanni Bianucci, mengatakan temuan tersebut menunjukkan kehidupan mampu berkembang di lingkungan ekstrem yang gelap dan memiliki tekanan sangat tinggi.

Menurut para ilmuwan, penemuan ini menjadi salah satu temuan penting dalam bidang paleontologi dan biologi laut dalam karena memberikan gambaran baru tentang sejarah evolusi paus sekaligus peran bangkai paus dalam menopang kehidupan di dasar samudra selama jutaan tahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya