Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juni 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 14 Juni 2026, menunjukkan emas Antam naik ke Rp 2,82 juta per gram, sementara UBS dan Galeri24 stabil.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 14 Juni 2026, 12:00 WIB
Petugas menata emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Kota Tangerang, Banten. Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu (14/6/2026), menunjukkan pergerakan terbatas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) untuk produk UBS dan Galeri24 tidak mengalami perubahan pada perdagangan hari ini. Sementara itu, harga emas Pegadaian untuk produk Antam naik tipis.

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, Minggu (14/6/2026), harga emas UBS tetap berada di level Rp 2.709.000 per gram dan harga emas Galeri24 bertahan di Rp 2.696.000 per gram.

Sementara itu, harga emas Antam naik tipis menjadi Rp 2.820.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.818.000 per gram.

Harga emas Pegadaian tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.

Untuk produk Galeri24, emas tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam yang tersedia di Pegadaian hanya sampai ukuran 100 gram.

Daftar Harga Emas Pegadaian

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.414.000
  • 1 gram: Rp 2.696.000
  • 2 gram: Rp 5.326.000
  • 5 gram: Rp 13.219.000
  • 10 gram: Rp 26.368.000
  • 25 gram: Rp 65.563.000
  • 50 gram: Rp 131.022.000
  • 100 gram: Rp 261.915.000
  • 250 gram: Rp 653.178.000
  • 500 gram: Rp 1.306.354.000
  • 1.000 gram: Rp 2.612.707.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.463.000
  • 1 gram: Rp 2.820.000
  • 2 gram: Rp 5.577.000
  • 3 gram: Rp 8.339.000
  • 5 gram: Rp 13.864.000
  • 10 gram: Rp 27.670.000
  • 25 gram: Rp 69.043.000
  • 50 gram: Rp 138.003.000
  • 100 gram: Rp 275.925.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.464.000
  • 1 gram: Rp 2.709.000
  • 2 gram: Rp 5.376.000
  • 5 gram: Rp 13.283.000
  • 10 gram: Rp 26.426.000
  • 25 gram: Rp 65.936.000
  • 50 gram: Rp 131.600.000
  • 100 gram: Rp 263.097.000
  • 250 gram: Rp 657.549.000
  • 500 gram: Rp 1.313.545.000.

Harga Emas Turun Dua Pekan Beruntun

Ilustrasi emas. Harga emas spot tercatat stabil di level US$ 4.225,73 per ounce, namun secara mingguan melemah sekitar 2,4%. (dok: Foto AI)

Sebelumnya, harga emas bergerak menuju penurunan mingguan kedua secara berturut-turut pada perdagangan Jumat. Logam mulia tersebut tertekan oleh meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi atau bahkan kembali naik menjelang rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan depan.

Mengutip CNBC, Sabtu (13/6/2026), harga emas spot tercatat stabil di level US$ 4.225,73 per ounce, namun secara mingguan masih melemah sekitar 2,4%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 3% ke posisi US$ 4.238,80 per ounce.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai tekanan terhadap emas berasal dari kekhawatiran bahwa inflasi masih akan bertahan dalam waktu yang cukup lama.

"Saya pikir inflasi akan bertahan untuk beberapa waktu, bahkan jika harga minyak turun. Kita sudah pernah mendengar cerita seperti ini sebelumnya dan masih ada tingkat skeptisisme tertentu di pasar," kata Grant.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia. Harga minyak turun lebih dari 2% setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran berpotensi menandatangani memorandum untuk menghentikan konflik di kawasan Teluk.

Seorang sumber menyebutkan kesepakatan tersebut dapat ditandatangani paling cepat pada Minggu, dengan Jenewa menjadi lokasi yang paling mungkin dipilih. Namun, kantor berita Fars dari Iran membantah spekulasi tersebut dengan mengutip sumber yang dekat dengan proses negosiasi.

Sejak perang di kawasan tersebut pecah pada akhir Februari, harga emas menghadapi tekanan karena investor khawatir lonjakan harga minyak akan memicu inflasi yang lebih tinggi dan membuat bank sentral mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Daya Tarik Emas Berkurang

Ilustrasi emas. Harga emas spot tercatat stabil di level US$ 4.225,73 per ounce, namun secara mingguan melemah sekitar 2,4%. (Foto By AI)

Secara tradisional, emas dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga meningkat, daya tarik emas cenderung berkurang karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen keuangan lainnya.

Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 57% bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis pekan ini turut memperkuat ekspektasi tersebut. Harga produsen pada Mei tercatat naik lebih tinggi dari perkiraan, sementara inflasi konsumen kembali melonjak dan berada di atas level 4%.

Perhatian investor kini tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang akan berlangsung pada 16-17 Juni. Pertemuan tersebut menjadi rapat pertama yang dipimpin oleh Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Meski demikian, pasar masih memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Di sisi lain, bank investasi UBS menurunkan proyeksi harga emas. UBS memperingatkan bahwa penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed berpotensi menekan harga emas ke kisaran US$ 3.850 hingga US$ 4.000 per ounce dalam jangka pendek.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya