Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkap kronologi kebakaran pada ruang mesin pada KMP Aceh Hebat 2. Kebakaran disebut bermula dari adanya ledakan pada pintu akses di ruang mesin.
GM ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan menerangkan, ledakan dan kebakaran di KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 11.13 WIB saat kapal berada dalam posisi sandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, setelah menyelesaikan proses bongkar muatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang.
Advertisement
"Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari ledakan pada sistem hidrolik pintu kedap air otomatis di ruang mesin," ungkap Andri dalam keterangan resmi, setelah dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat pekan ini.
Kemudian, awak kapal segera menjalankan prosedur keadaan darurat, melakukan upaya pemadaman, dan mengevakuasi korban. Berkat respons cepat awak kapal, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 3-4 menit sehingga tidak meluas ke area lainnya.
"ASDP menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak kapal, petugas pelabuhan, tim medis, dinas pemadam kebakaran, KSOP, kepolisian, kantor kesehatan pelabuhan, dan seluruh pihak yang bergerak cepat dalam penanganan kejadian ini," kata Andri.
Dia memastikan, ASDP terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam proses penanganan dan investigasi lebih lanjut, serta melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti insiden.
"Perusahaan berkomitmen mendukung seluruh proses yang diperlukan serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya penguatan standar keselamatan operasional. Kami turut mendoakan agar seluruh korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas dengan baik," tandas Andri.
KMP Aceh Hebat 2 Terbakar
Sebelumnya, Tim SAR mengevakuasi belasan korban kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 yang meledak di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Kapten Kapal SAR KN Kresna 232 Supriadi di Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) menagatakan, ledakan dan kebakaran terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang baru tiba berlayar dari Pelabuhan Balohan, Pulau Weh, Kota Sabang.
"Para korban dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh," kata Supriadi.
Korban ledakan berjumlah sekitar 14 orang taruna atau mahasiswa pelayaran yang sedang mengikuti praktik serta seorang anak buah kapal. Semua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUDZA Banda Aceh.
Sementara itu, informasi di lapangan tampak mobil pemadam kebakaran berada di kapal roro tersebut. Tim investigasi forensik kepolisian juga terlihat di kapal tersebut.
Evakuasi Korban
Ledakan terdengar keras di Pelabuhan Ulee Lheue. Tim Balai Kekarantinaan Kesehatan Banda Aceh juga memberikan penanganan awal korban di pelabuhan tersebut. Korban akhirnya dibawa ke RSUDZA Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.
Evakuasi korban ke RSUDZA Banda Aceh dilakukan menggunakan bus Trans Kutaraja, angkutan umum, di ibu kota Provinsi Aceh tersebut. Selain itu juga menggunakan ambulans Puskesmas Meuraxa, Kota Banda Aceh.
Saat ini, para korban berada si Instalasi Gawat Darurat (IDG) RSUZA Banda Aceh. Semua korban sudah ditangani tim medis rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut. Para korban mengalami luka bakar ringan hingga berat.