Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah di awal tahun Hijriah, mengingat kedudukannya sebagai Syahrullah dan bulan haram. Terdapat berbagai amalan sederhana yang pahalanya besar di bulan Muharram. Sebagai salah satu bulan suci, setiap ketaatan yang dilakukan pada momentum ini akan dilipatgandakan nilainya di sisi Allah.
Said Yai dalam buku Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya menjelaskan bahwa penyandaran nama Muharram kepada Allah (Syahrullah) merupakan wujud pengagungan tertinggi. Status mulia inilah yang membuat amalan puasa bernilai sangat istimewa.
Advertisement
Salah satu ibadah ringan namun sangat diutamakan adalah berpuasa sunnah. Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Al-Muharram."
Selain itu, masih terdapat berbagai amalan sederhana berpahala besar yang bisa diintensifkan pada bulan Muharram. Merangkum berbagai sumber kredibel, berikut ini adalah amalan-amalan sederhana tersebut.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah Muharram
Mengerjakan puasa sunnah secara umum di bulan Muharram merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.
Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah—Muharram." (HR. Muslim no. 1163)
Imam an-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa Muharram adalah puasa sunnah paling utama setelah puasa Ramadhan.
Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Shahih Muslim, menambahkan alasan yang lebih mendalam: "Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.".
Dengan berpuasa di awal tahun, seorang Muslim membuka lembaran baru hidupnya dengan amal yang paling utama, sehingga diharapkan bulan-bulan selanjutnya pun diisi dengan kebaikan.
2. Puasa Tasu'a (9 Muharram)
Meskipun sering dianggap "hanya tambahan", puasa Tasu'a memiliki fungsi strategis yang sangat penting dalam syariat.
Para ulama seperti Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab (juz 6, halaman 383) menyebutkan tiga hikmah utama puasa Tasu'a:
- Menyelisihi Kebiasaan Orang YahudiOrang Yahudi hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura). Dengan menambahkan puasa pada tanggal 9, umat Islam membedakan diri dari praktik ibadah mereka.
- Menyambung Puasa dengan Hari LainSebagai bentuk kehati-hatian agar tidak mengkhususkan puasa pada satu hari saja.
- Kehati-hatian (Ihtiyath)Jika terjadi kesalahan dalam penentuan awal bulan, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 sekaligus memastikan seseorang mendapatkan keutamaan Asyura.
3. Puasa Asyura (10 Muharram)
Puasa pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan yang paling istimewa.
Rasulullah SAW bersabda: "Puasa pada hari Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar puasa tersebut dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR. Muslim no. 1162)
Imam an-Nawawi RA dalam kitab al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (juz 8, halaman 51) menjelaskan bahwa dosa yang digugurkan adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Jika tidak ditemukan dosa kecil pun, maka akan dituliskan kebaikan dan diangkat derajatnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam al-Fatawa al-Kubra (juz 4, halaman 428) menegaskan bahwa pengguguran dosa ini hanya untuk dosa-dosa kecil.
Puasa Asyura juga memiliki landasan sejarah yang kuat: sebagai bentuk syukur kepada Allah atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israel dari kejaran Fir'aun. Hal ini diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas RA.
4. Puasa 1 Muharram (Awal Tahun Hijriah)
Membuka tahun baru Hijriah dengan puasa adalah tradisi yang mulia dan sederhana. Puasa 1 Muharram termasuk dalam anjuran umum memperbanyak puasa di bulan Muharram. Para ulama menyatakan bahwa puasa merupakan amalan yang paling utama untuk menghiasi tahun baru.
Al-Qurthubi mengatakan, alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama. Dengan memulai tahun dengan puasa, seorang Muslim meneguhkan komitmen untuk menjadikan tahun yang akan datang sebagai tahun yang penuh ketaatan.
5. Bersedekah (Terutama pada 10 Muharram)
Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Sedekah di bulan Muharram mendapatkan pahala yang berlipat ganda, karena berada di waktu yang dimuliakan. Bahkan sedekah tidak harus selalu dalam bentuk uang; Senyuman tulus, memberikan ilmu bermanfaat, atau menolong orang yang kesulitan juga termasuk sedekah.
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi).
Ibnu Abbas RA dalam Tafsir Ibnu Abi Hatim juga menegaskan bahwa amal saleh di bulan-bulan haram—termasuk sedekah—pahalanya lebih besar daripada di bulan lainnya.
6. Menyantuni Anak Yatim
Salah satu amalan yang sangat istimewa pada 10 Muharram adalah menyantuni anak yatim. Dalam Musnad Abu Ya'la disebutkan (walaupun riwayat ini belum ditemukan dalam kitab-kitab hadits primer):
"Siapa pun yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka baginya setiap helai rambut di kepala anak yatim itu akan dinaikkan satu derajat di surga." (HR Abu Ya'la)
Sebagaimana dijelaskan dalam Hasyiyah I’anatuth Thalibin, substansi menyantuni anak yatim tetap merupakan amalan yang sangat mulia, kapan pun dilaksanakan.
7. Memperbanyak Dzikir
Dzikir adalah amalan yang sangat ringan di lisan namun berat dalam timbangan amal. Malam 1 Muharram dapat diisi dengan memperbanyak dzikir yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan amal.
Bacaan dzikir yang dianjurkan adalah istighfar (memohon ampunan) dan tahlil (Laa ilaha illallah). Dzikir ini mengandung tiga unsur penting: tauhid, pengagungan kepada Allah, dan pengakuan atas kesalahan diri.
8. Memperbanyak Istighfar (Mohon Ampunan)
Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10-12 bahwa istighfar dapat mendatangkan ampunan, hujan, harta, dan keturunan. Bulan Muharram bahkan disebut sebagai bulan istighfar dalam kajian fiqih dan tasawuf.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebahagiaan dari setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
9. Menambah Nafkah dan Melapangkan Belanja Keluarga
Menyenangkan keluarga di hari Asyura memiliki keutamaan tersendiri. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa yang melapangkan bagi keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan melapangkan baginya sepanjang tahun." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman)
Ini termasuk dalam 12 amalan yang dihimpun para ulama (Sayyid Bakri, Hasyiyah I’anatuth Thalibin). Perintah ini sejalan dengan maqashid syariah untuk menjaga keturunan (hifzh an-nasl).
10. Membaca Surat Al-Ikhlas 1.000 Kali
Amalan ini tercantum dalam 12 amalan yang disebutkan para ulama dalam nadham (syarat): "dan membaca surat al-Ikhlas 1000 kali"
Sayyid Bakri bin Sayyid M Syatha Ad-Dimyathi dalam Hasyiyah I’anatuth Thalibin ‘ala Halli Alfazhi Fathil Mu‘in, mencantumkannya sebagai bagian dari 12 amalan 10 Muharram.
11. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Berbagai sumber menyebutkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Muharram sebagai bagian dari peningkatan kualitas ibadah.
Membaca Al-Qur'an memiliki pahala yang berlipat ganda jika dilakukan di bulan yang mulia.
12. Melaksanakan Shalat Sunnah
Selain puasa, shalat sunnah juga sangat dianjurkan di bulan Muharram. Rasulullah SAW bersabda tentang shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam (qiyamul lail).
Para ulama menganjurkan memperbanyak shalat sunnah—baik rawatib, tahajud, dhuha, maupun shalat malam—di bulan Muharram. Shalat malam juga menjadi salah satu amalan yang disebutkan dalam 12 amalan 10 Muharram.
13. Bertaubat (Taubat Nasuha)
Muharram adalah bulan yang sangat tepat untuk bertaubat. Taubat artinya kembali kepada Allah secara lahir dan batin, menyesali dosa yang telah lalu, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
Riwayat dari Ali bin Abi Thalib menyebutkan bahwa siapa pun yang berpuasa di bulan Muharram, maka Allah akan menerima taubatnya.
Pertanyaan Seputar Amalan Sederhana
Apa amalan yang disunnahkan Rasulullah pada bulan Muharram?
Bulan Muharram adalah bulan yang mulia. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah Tasu'a (9 Muharram) dan puasa Asyura (10 Muharram), serta memperbanyak sedekah dan amal kebaikan untuk mendapatkan keberkahan setahun penuh.
Menulis bismillah 113 pada 1 Muharram jam berapa?
Waktu terbaik untuk menulis 113 lafal Bismillahirrahmanirrahim pada 1 Muharram adalah sejak adzan Maghrib (ketika pergantian tahun baru Islam dimulai) hingga Maghrib keesokan harinya.
1 Muharram disunnahkan apa saja?
Pada 1 Muharram (Tahun Baru Islam), umat Muslim disunnahkan memperbanyak ibadah untuk mengawali tahun. Amalan utamanya meliputi membaca doa awal tahun, memperbanyak istighfar dan zikir, membaca Al-Qur'an (seperti Surah Al-Mulk), bersedekah, serta bersiap menjalankan puasa sunnah.
1 Muharram dianjurkan baca surat apa?
Pada 1 Muharram (Tahun Baru Islam), umat Muslim dianjurkan membaca Surat Yasin, Surat Al-Ikhlas (sebanyak 1.000 kali), Ayat Kursi, dan Surat Al-Mulk.