Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menempatkan elektrifikasi jalur kereta sebagai salah satu pilar utama dalam strategi dekarbonisasi perusahaan. Langkah ini dinilai penting karena mampu menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi sistem transportasi berbasis rel.
VP Sustainability PT KAI Tria Mutiari Meilan mengatakan elektrifikasi masuk dalam pendekatan yang disebut eliminate, yakni upaya mengurangi emisi karbon sejak tahap desain sistem transportasi. Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi utama yang akan terus dikembangkan perusahaan.
Advertisement
Menurutnya, peningkatan penggunaan tenaga listrik dalam operasional kereta api dapat memberikan manfaat jangka panjang baik dari sisi lingkungan maupun operasional. Karena itu, KAI terus mengkaji berbagai peluang untuk memperluas jaringan yang telah terelektrifikasi.
"Eliminate ini adalah bagaimana kita menurunkan karbon memang secara desainnya, yaitu dengan cara melakukan elektrifikasi kemudian eco-friendly ecosystem," ujar Tria dalam acara Media Briefing Strategi Kemitraan Iklim dan Dekarbonisasi Perkeretaapian Nasional, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan elektrifikasi tidak hanya berfungsi untuk menurunkan emisi yang dihasilkan operasional kereta api, tetapi juga dapat mendukung peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.
"Tentunya kita akan terus berupaya supaya bisa meningkatkan porsi elektrifikasi dari seluruh jaringan kereta api," katanya.
Jaringan Elektrifikasi
Dalam paparannya, Tria juga menyebut KAI telah memiliki jaringan elektrifikasi yang terus berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Pengembangan tersebut akan menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendukung target dekarbonisasi jangka panjang.
Melalui peningkatan elektrifikasi, KAI berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pengurangan emisi sektor transportasi nasional sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi rendah karbon.