Menlu Iran Ancam AS: Pergi jika Ingin Selamat

Ancaman ini disampaikan menlu Iran di akun X pribadinya.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 10 Juni 2026, 14:05 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 30 Desember 2024. (Dok. AP/Vahid Salemi)

Liputan6.com, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan maupun ancaman terhadap negaranya akan mendapat balasan. Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan mengenai serangan Amerika Serikat terhadap target militer Iran.

Melalui unggahan di platform X, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan Washington.

"Meskipun kalah di medan perang, Amerika Serikat memilih untuk menguji tekad kami," tulis Araghchi.

Ia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran siap merespons setiap bentuk agresi terhadap negaranya, dikutip dari laman Iranintl, Rabu (10/6/2026).

"Angkatan Bersenjata kami yang perkasa tidak akan membiarkan setiap serangan atau ancaman tanpa balasan," ujarnya.

Selain itu, Araghchi juga melontarkan peringatan kepada pasukan Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Ia meminta personel militer AS meninggalkan wilayah tersebut apabila ingin terhindar dari risiko konflik.

"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman," kata Araghchi.

Dalam pernyataannya, diplomat senior Iran itu juga menyinggung sejarah kawasan Teluk Persia. Menurutnya, sejarah mencatat berbagai konsekuensi yang dialami pihak asing yang mencoba mencampuri urusan kawasan tersebut.

"Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya