Maya: Petualangan Spiritual yang Mempertanyakan Nilai-nilai

Masih ingat Bilangan Fu, novel yang ditulis Ayu Utami beberapa tahun lalu? Maya adalah novel seri `Bilangan Fu

oleh Liputan6 diperbarui 25 Des 2013, 11:54 WIB
Citizen6, Jakarta: Masih ingat Bilangan Fu, novel yang ditulis Ayu Utami beberapa tahun lalu? Maya adalah novel seri `Bilangan Fu` terbaru setelah `Manjali dan Cakrabirawa` dan `Lalita`.  Di novel ini Ayu Utami seperti mempunyai energi penuh ketika menuliskannya.

Dari awal novel ini, perempuan yang mendapat banyak award ini (novel terbaik DKJ 1998,   Prince Claus Award  Khatulistiwa Literary Award) menyuguhkan sebuah teka-teki, kenapa Yasmin menerima surat-surat dan sebutir batu dari kekasih gelapnya?

Dari sinilah rupanya Ayu Utami ingin membuka percakapan dengan pembacanya  untuk mengingat kembali pada novel pertamanya yang memenangi Sayembara Dewan Kesenian Jakarta, Saman.

Dan ini adalah strategi yang bagus untuk menarik pembaca yang baru pertama kali membaca novel Ayu Utami, sehingga mereka akan penasaran dengan novel-novel yang telah terbit sebelumnya.

Novel Maya yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia ini kali mengisahkan petualangan Yasmin yang mencari kepastian. Dalam pencariannya itu, perempuan itu memasuki dunia yang aneh.  Pertemuannya dengan makhluk-makhluk buruk rupa membuatnya ia berpikir ulang tentang apa itu keindahan. 

Karena sebutir batu, kiriman dari kekasih gelapnya, ia kini harus bersentuhan dengan hal-hal supranatural yang selama ini identik dengan orang-orang konvensional,  tidak modern.  Yasmin tanpa sengaja melakukan perjalanan batin.

Seperti novel-novel Ayu Utami sebelumnya, di `Maya` ini tidak bisa dibaca secara skimming, harus fokus. Karena kita tidak bisa melewatkan satu kalimat pun. Pilihan katanya kuat dan pas, tak ada satu pun kata sia-sia yang di cantumkan di sana. Bahkan Ayu Utami berusaha memperkenalkan kosa kata yang tidak biasa.

`Maya, novel setebal 248 seolah mengajak pembacanya untuk memikirkan ulang ulang tentang apa dan siapa kita sebenarnya.  Setiap orang sebenarnya adalah abdi, masalahnya adalah kita akan mengabdi kepada apa dan siapa? (kw)

Penulis:
Karmin Winarta
@fanabis

Baca Juga:
`Kompak` Terbitkan Buku Literasi
[Resolusi 2014] Mencipta Buku Setahun Satu
[Resolusi 2014] Program Buku Remaja Dan Badan Amal

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Mulai 16 Desember sampai 3 Januari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Resolusi 2014". Ada kado akhir tahun dari Liputan6.com, Dyslexis Cloth, dan penerbit dari Gramedia bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya