Serangan Rusia di Kharkiv Tewaskan Empat Orang

Apa saja dampak yang terjadi akibat serangan tersebut?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 09 Juni 2026, 17:03 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh Layanan Darurat Ukraina, petugas pemadam kebakaran memeriksa lokasi serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah hotel di Kharkiv, Ukraina, Rabu (10/1/2024). Dua rudal Rusia menghantam hotel tersebut dan melukai 11 orang. (Ukrainian Emergency Service via AP)

Liputan6.com, Moskow - Serangan Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 10 lainnya pada Selasa (9/6/2026) pagi waktu setempat.

Gubernur Wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov, mengatakan serangan tersebut menghantam kota Chuguiv dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sipil, dikutip dari laman Arab News, Selasa (9/6).

“Musuh telah menyerang kota Chuguiv,” tulis Synegubov melalui Telegram.

Menurutnya, empat orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang perempuan berusia 22 tahun. Serangan juga memicu kebakaran serta merusak sedikitnya 18 kendaraan.

Selain itu, sejumlah bangunan permukiman bertingkat mengalami kerusakan akibat pecahan kaca dan hantaman gelombang ledakan.

Secara terpisah, Wali Kota Kharkiv Igor Terekhov melaporkan sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di wilayah tersebut.

Serangan terbaru ini menambah daftar korban sipil dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun sejak Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Dalam beberapa bulan terakhir, intensitas serangan Rusia yang menargetkan berbagai wilayah Ukraina dilaporkan meningkat. Di sisi lain, Ukraina juga memperluas serangan drone ke wilayah Rusia dan menyatakan operasi tersebut terutama menyasar fasilitas militer serta infrastruktur energi.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada April lalu, sedikitnya 15.850 warga sipil telah tewas di wilayah Ukraina sejak perang dimulai.

PBB juga mencatat lebih dari 2.800 warga sipil meninggal di wilayah yang berada di bawah kendali Rusia. Sementara itu, jumlah korban luka di wilayah Ukraina maupun daerah pendudukan Rusia telah melampaui 44.800 orang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya