Christian Eriksen Jatuh Pingsan di Tengah Laga Denmark vs Ukraina, Duel Langsung Dihentikan

Christian Eriksen kembali kolaps saat membela Denmark melawan Ukraina. Laga dihentikan setelah sang gelandang mendapat perawatan medis.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 08 Juni 2026, 02:24 WIB
Christian Eriksen baru saja menahbiskan menjadi pemain tertua Denmark yang mampu mencetak gol di ajang Euro. Pada usia 32 tahun, 4 bulan dan 2 hari ia mampu mencetak satu gol saat bermain imbang 1-1 dengan Slovenia pada laga pembuka Grup C Euro 2024 (16/6/2024). Ia total telah membela Timnas Denmark dalam 3 edisi Euro, yaitu 2012, 2020 dan 2024 dengan mencatat total 5 penampilan dengan torehan 1 gol. (AP Photo/Matthias Schrader)

Liputan6.com, Jakarta - Christian Eriksen kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah mengalami insiden yang mengkhawatirkan saat membela Timnas Denmark. Gelandang berusia 34 tahun itu kolaps di tengah pertandingan uji coba melawan Ukraina yang digelar di Nature Energy Park, Minggu (07/06/2026) malam WIB.

Laga tersebut sebenarnya berlangsung menarik sejak menit awal. Denmark tampil dominan dan berhasil membuka keunggulan melalui tendangan keras Patrick Dorgu pada menit ke-13 sebelum Joakim Maehle menggandakan skor pada menit ke-36.

Ukraina sempat memberikan perlawanan menjelang turun minum. Viktor Tsygankov sukses memperkecil ketertinggalan pada menit ke-44 dan membuat pertandingan kembali hidup.

Namun, perhatian publik akhirnya beralih dari hasil pertandingan ke kondisi Eriksen. Insiden yang terjadi pada babak kedua membuat suasana stadion berubah drastis dan memunculkan kekhawatiran besar di kalangan pemain maupun suporter.


Kabar Baik Setelah Momen Mencekam

Pemain Timnas Denmark dan Timnas Ukraina membentuk lingkaran di sekitar Christian Eriksen yang jatuh pingsan di tengah pertandingan di Odensen, Denmark, Minggu (07/06/2026) malam WIB. (Bo Amstrup/Ritzau Scanpix via AP)

Pertandingan memasuki menit ke-65 ketika Christian Eriksen tiba-tiba memegangi dadanya. Beberapa saat kemudian, ia terjatuh di lapangan dan langsung mendapatkan penanganan dari tim medis.

Para pemain dari kedua tim tampak terpukul melihat kejadian tersebut. Petugas medis bergerak cepat untuk memastikan kondisi Eriksen dan memberikan perawatan yang diperlukan di tengah lapangan.

Situasi itu membuat pertandingan tidak lagi menjadi prioritas utama. Fokus seluruh pihak tertuju pada kondisi sang pemain yang pernah mengalami insiden serupa beberapa tahun lalu.

Kabar baik kemudian datang dari Federasi Sepak Bola Denmark. “Christian Eriksen sadar dan dalam keadaan baik mengingat situasinya. Pertandingan telah dibatalkan,” demikian pernyataan Timnas Denmark di akun X resmi mereka, @dbulandshold.


Mengingat Kembali Insiden Euro 2020

Pemain Timnas Denmark dan Timnas Ukraina berjalan di lapangan usai laga dihentikan karena Christian Eriksen kolaps, Minggu (07/06/2026) malam WIB. (Bo Amstrup/Ritzau Scanpix via AP)

Peristiwa ini mengingatkan publik pada kejadian mengerikan yang dialami Eriksen saat Euro 2020. Ketika itu, ia mengalami serangan jantung dalam laga fase grup melawan Finlandia pada Juni 2021 dan jantungnya sempat berhenti berdetak selama kurang lebih lima menit.

Insiden tersebut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa karier profesional Eriksen akan berakhir. Namun, proses pemulihan yang luar biasa membuatnya mampu kembali bermain di level tertinggi.

Setelah dipasangi alat pacu jantung implan atau implantable cardioverter-defibrillator (ICD) yang berfungsi mendeteksi gangguan irama jantung berbahaya, Eriksen perlahan kembali ke lapangan. Ia memulai kembali kariernya bersama Brentford hanya sekitar delapan bulan setelah kejadian di Euro 2020.

Perjalanan kebangkitannya berlanjut ketika ia kembali memperkuat Denmark sebelum bergabung dengan Manchester United pada musim panas berikutnya. Saat ini Eriksen tercatat sebagai pemain Wolfsburg.

(X/@dbulandshold)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya