Yudhoyono dan Kalla Resmi Capres-Wapres PD

Partai Demokrat mengukuhkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dan wakil presiden di Surabaya, Jatim. PD yakin Yudhoyono-Kalla menang dalam pilpres dengan perolehan suara 40 persen.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Mei 2004, 20:25 WIB
Liputan6.com, Surabaya: Partai Demokrat (PD) mengukuhkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dan wakil presiden. Pengukuhan yang dilaksanakan dalam agenda Rapat Pimpinan Nasional PD itu dilakukan di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/5) siang. Dalam pidatonya, Yudhoyono berjanji tak akan mengedepankan kepentingan partai politik yang mendukung pencalonannya. "Kami akan memperjuangkan bukan hanya untuk memenuhi kepentingan parpol-parpol yang mencalonkan kami," tegas Yudhoyono.

Sebelum secara resmi "dilamar", Yudhoyono dan Jusuf Kalla ditempatkan di kamar berbeda. Tim Sembilan PD pertama mendatangi kamar yang ditempati Yudhoyono. Setelah mendapatkan tanda tangan sebagai tanda persetujuan Yudhoyono menjadi capres PD, Tim Sembilan mendatangi kamar Jusuf Kalla. Baru setelah itu, keduanya dipertemukan dalam Rapat Pimpinan Nasional PD.

Anggota Tim Sukses Yudhoyono, Letnan Jenderal Purnawirawan Muhammad Ma`ruf optimistis pasangan Yudhoyono-Kalla bakal memenangi pemilihan presiden langsung dengan suara sekitar 40 persen. Perolehan suara itu bisa didapatkan dengan mempertahankan pemilih yang telah mencoblos PD pada Pemilu Legislatif 5 April dan merebut simpati pemilih mengambang (swing voter). Ma`ruf mengingatkan, pada Pemilu Eksekutif 5 Juli mendatang, masyarakat memilih tokoh bukan partai, sehingga dominasi Partai Golongan Karya dalam pemilu legislatif tak akan terulang. "Karena pada dasarnya pemilihan presiden itu sedikit berbeda," tegas dia, lewat videoconference dari Surabaya saat berdialog dengan reporter SCTV Bayu Sutiyono di Jakarta, Jumat petang.

Ma`ruf kemudian menanggapi kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa Yudhoyono akan menerapkan paham-paham militeristik jika terpilih. Menurut Ma`ruf, Yudhoyono memang berlatar belakang militer. Namun, bekas Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan itu juga seorang demokrat. Ma`ruf menambahkan, sebenarnya capres dari kalangan sipil juga berpotensi menjalankan pemerintahan yang militeristik.

Berbeda dengan parpol lain yang mengukuhkan capres dan wapres di Jakarta, PD sengaja melaksanakannya di Surabaya dengan pertimbangan untuk mendapatkan berbagai dukungan untuk menyukseskan Yudhoyono dalam pilpres. Ma`ruf membantah memilih Surabaya untuk merebut hati warga muslim di Jatim, terutama di wilayah Tapal Kuda. Dia yakin, umat muslim Jatim akan memilih Yudhoyono-Kalla meski pengukuhan dilaksanakan di kota lain. "Saya yakin betul mereka (rakyat) mengenal [kredibilitas] Yudhoyono dan Kalla. Karena mereka berdua juga dari kalangan muslim," tegas Ma`ruf.

Sebelumnya, Ketua Umum PD Budhisantoso menyatakan, Surabaya dipilih lantaran basis terbesar Partai Demokrat ada di Kota Pahlawan. Selain itu, agar capres dari partai berlambang bintang merah ini lebih dekat dengan para ulama [baca: Partai Demokrat Membentuk Tim Sukses].

Ma`ruf mengakui, sejumlah wakil pengurus partai dari tingkat kabupaten dan kota tak menghadiri rapimnas. Hal itu, menurut dia, lebih karena kendala teknis seperti transportasi. "Itu barangkali masalah teknis saja," ujar Ma`ruf.(ZAQ/Hasan Sentot)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya