Menurunnya Nilai Upacara karena Gengsi

Toraja, salah satu suku yang berada di pulau Sulawesi ini cukup dikenal dengan kebudayaan. Salah satunya ialah upacara kematian.

oleh Liputan6 diperbarui 13 Des 2013, 18:39 WIB
Citizen6, Tana Toraja: Toraja, salah satu suku yang berada di pulau Sulawesi ini cukup dikenal dengan kebudayaan. Salah satunya ialah upacara kematian. Upacara kematian ini bahkan banyak menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tidak jarang para turis asing memesan tempat khusus atau sering disebut "lantang" untuk mereka tempati saat upacara berlangsung.

Upacara kematian atau sering disebut dengan Rambu Solok. Masyarakat Toraja percaya bahwa roh kerbau yang disembelih akan mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan. Semakin banyak korban yang disembelih semakin kaya juga roh jenazah di surga. Bagi masyarakat Toraja setelah kematian akan ada surga yang didatangi oleh roh yaitu Puya. Namun, saat ini sebagian masyarakat Toraja lebih cenderung menjadikan Rambu Solok sebagai ajang pamer kekayaan dan gengsi semata, bagi bagaimana tidak dana yang digunakan berkisaran puluhan juta sampai miliaran rupiah. Kebau yang disembelih pun ada yang harganya mencapai ratusan juta rupiah. Persaigan harga kerbau juga menjadi salah satu unsur mahalnya upacara kematian.
 
Jika dilihat dari sejarahnya penganut kepercayaan "Aluk todolo" atau kepercayaan leluhur Toraja, upacara rambu solok yang dilaksanakan semata-mata untuk menyenngkan hati leluhur-lehuhurnya yang telah meninggal selain itu para penganut Aluk Todolo melakukan upacara adat denagan aturan adat dan dorongan spitual,  bukan untuk menjadikan ajang upacara adat yang sesuai kekayaan seperti yang terjadi sekarang ini. Sangat disayangkan jika sebuah adat hanya menjadi ajang pamer kekyaan dan lain-lain. (bnu)

Penulis
Agnes Sarung Allo
Tana Toraja, mineanxxx@gmail.com.                                   

Disclaimer

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya