Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Jumat (13/12/2013) dengan indeks saham acuan regional menurun dalam pekan kedua.
Hal itu seiring membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat taruhan bank sentral AS The Federal Reserve akan mengurangi stimulus pada awal minggu depan.
Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,3% menjadi 137,69 pada pukul 9.13 waktu Tokyo. 10 grup industri mengalami penurunan. Sementara itu, indeks Jepang Topix bergerak fluktuaktif setelah yen merosot 0,9% terhadap dolar kemarin.
Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,3% ke level 15.381,02. Indeks saham Australia ASX 200 melemah 0,1% setelah Gubernur Bank Sentral Australia Glenn Stevens menyatakan, mata uang lokal lebih baik melemah atasu suku bunga lebih rendah. Hal itu dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,7%. Indeks saham Selandia Baru NZX 50 melemah 0,5%.
"Dengan prospek pengurangan stimulus moneter AS secara bertahap mungkin dilakukan seminggi lagi, efek global mulai bereaksi. Pembalikan kebijakan moneter konvensional adalah hal baik dalam jangka panjang, namun menyebabkan gejolak dalam jangka pendek," ujar Evan Lucas, Strategist IG Ltd, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat ini.
Data minggu lalu menunjukkan tingkat pengangguran AS turun dalam lima tahun terakhir. Ekonomi AS pun tumbuh pada kuartal III lebih cepat dari yang diperkirakan.
The Federal Reserve mungkin mengurangi stimulus moneter yaitu pembelian obligasi US$ 85 miliar dalam pertemuan The Federal Reserve pada 17-18 Desember. Hal itu berdasarkan survei Bloomberg terhadap ekonom.
DPR AS juga melewati anggaran federal bipartisan pertama dalam empat tahun yang akan memudahkan pemotongan belanja US$ 63 miliar secara otomatis dan mencegah shutdown pemerintah. Undang-undang sekarang menuju Senat DPR dengan voting 332-94 untuk anggaran US$ 1,01 triliun.
Penutupan Wall Street
Sentimen pengurangan stimulus moneter AS tidak hanya mempengaruhi bursa saham Asia tetapi juga bursa saham AS. Apalagi data ekonomi seperti penjualan ritel meningkat pada November 2013 menambah sinyal ekonomi tumbuh kuat. Hal itu dapat memberikan tanda The Federal Reserve akan mulai mengurangi program stimulus moneternya.
Selain itu, aksi ambil untung juga membuat indeks saham semakin melemah. Investor menjual sejumlah saham yang telah mencatatkan untung dari indeks saham reli pada tahun ini.
Pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat WIB), indeks saham Dow Jones melemah 104,10 poin atau 0,66% ke level 15.739,43. Indeks saham S&P 500 melemah 6,72 poin atau 0,38% ke level 1.775,50. Indeks saham Nasdaq melemah 5,41 poin atau 0,14% ke level 3.998,40.
Bursa saham AS pun bergerak lebih volatile menjelang pertemuan The Fed. Indeks CBOE berada di level 15.54 tertinggi sejak 15 Oktober.
Volume perdagangan saham mencapai 6,2 miliar saham di bursa saham AS di atas nilai transaksi rata-rata harian sekitar 6,1 miliar.
Banyak pelaku pasar mengantisipasi pengumuman The Fed untuk mengurangi stimulus moneter US$ 85 miliar pada Maret. Akan tetapi mengingat data ekonomi AS membaik membuat sinyal pengurangan stimulus moneter dipercepat apalagi ada kesepakatan anggaran di Washington. (Ahm)
Hal itu seiring membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat taruhan bank sentral AS The Federal Reserve akan mengurangi stimulus pada awal minggu depan.
Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,3% menjadi 137,69 pada pukul 9.13 waktu Tokyo. 10 grup industri mengalami penurunan. Sementara itu, indeks Jepang Topix bergerak fluktuaktif setelah yen merosot 0,9% terhadap dolar kemarin.
Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,3% ke level 15.381,02. Indeks saham Australia ASX 200 melemah 0,1% setelah Gubernur Bank Sentral Australia Glenn Stevens menyatakan, mata uang lokal lebih baik melemah atasu suku bunga lebih rendah. Hal itu dilakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,7%. Indeks saham Selandia Baru NZX 50 melemah 0,5%.
"Dengan prospek pengurangan stimulus moneter AS secara bertahap mungkin dilakukan seminggi lagi, efek global mulai bereaksi. Pembalikan kebijakan moneter konvensional adalah hal baik dalam jangka panjang, namun menyebabkan gejolak dalam jangka pendek," ujar Evan Lucas, Strategist IG Ltd, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat ini.
Data minggu lalu menunjukkan tingkat pengangguran AS turun dalam lima tahun terakhir. Ekonomi AS pun tumbuh pada kuartal III lebih cepat dari yang diperkirakan.
The Federal Reserve mungkin mengurangi stimulus moneter yaitu pembelian obligasi US$ 85 miliar dalam pertemuan The Federal Reserve pada 17-18 Desember. Hal itu berdasarkan survei Bloomberg terhadap ekonom.
DPR AS juga melewati anggaran federal bipartisan pertama dalam empat tahun yang akan memudahkan pemotongan belanja US$ 63 miliar secara otomatis dan mencegah shutdown pemerintah. Undang-undang sekarang menuju Senat DPR dengan voting 332-94 untuk anggaran US$ 1,01 triliun.
Penutupan Wall Street
Sentimen pengurangan stimulus moneter AS tidak hanya mempengaruhi bursa saham Asia tetapi juga bursa saham AS. Apalagi data ekonomi seperti penjualan ritel meningkat pada November 2013 menambah sinyal ekonomi tumbuh kuat. Hal itu dapat memberikan tanda The Federal Reserve akan mulai mengurangi program stimulus moneternya.
Selain itu, aksi ambil untung juga membuat indeks saham semakin melemah. Investor menjual sejumlah saham yang telah mencatatkan untung dari indeks saham reli pada tahun ini.
Pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat WIB), indeks saham Dow Jones melemah 104,10 poin atau 0,66% ke level 15.739,43. Indeks saham S&P 500 melemah 6,72 poin atau 0,38% ke level 1.775,50. Indeks saham Nasdaq melemah 5,41 poin atau 0,14% ke level 3.998,40.
Bursa saham AS pun bergerak lebih volatile menjelang pertemuan The Fed. Indeks CBOE berada di level 15.54 tertinggi sejak 15 Oktober.
Volume perdagangan saham mencapai 6,2 miliar saham di bursa saham AS di atas nilai transaksi rata-rata harian sekitar 6,1 miliar.
Banyak pelaku pasar mengantisipasi pengumuman The Fed untuk mengurangi stimulus moneter US$ 85 miliar pada Maret. Akan tetapi mengingat data ekonomi AS membaik membuat sinyal pengurangan stimulus moneter dipercepat apalagi ada kesepakatan anggaran di Washington. (Ahm)