Hasil imbang tanpa gol melawan AC Milan di matchday terakhir babak penyisihan Grup H Liga Champions membuat Ajax Amsterdam tersingkir. Ajax harus turun ke Liga Europa karena finis di urutan ketiga dengan delapan poin.
Di lain pihak, Milan melaju ke babak 16 besar setelah membukukan sembilan poin. Milan pun duduk sebagai runner-up Grup A.
Pelatih Ajax, Frank De Boer, murka atas hasil mengecewakan ini. Karena di pertemuan sebelumnya, Ajax berhasil menahan imbang Milan dengan skor 1-1.
Sementara di pertemuan kedua yang dilangsungkan di Giuseppe Meazza, Kamis (12/12/2013) dinihari WIB lalu, Ajax yang tampil dominan dengan 63 persen penguasaan bola dan 22 peluang gagal memetik poin penuh.
Karena itulah De Boer mengatakan Milan tidak sepantasnya lolos ke babak 16 besar apabila membandingkan penampilan skuat asuhannya dengan Milan.
"Jika kita menganalisis kedua pertandingan melawan Milan di Liga Champions, maka dapat saya katakan kami tidaklah pantas finis di peringkat ketiga," ujar De Boer, seperti yang dikutip dari Soccerway, Kamis (12/12/2013).
"Kami selalu mencoba untuk memainkan sepakbola indah, akan tetapi malam ini saya pikir permainan anti-sepakbola yang menang," tegas De Boer.
De Boer pun mencoba membuktikan permainan Milan yang dianggapnya mempraktekan teknik 'Catenaccio' alias bertahan habis-habisan. De Boer memberikan bukti dengan adanya kartu merah yang diterima Ricardo Montolivo akibat menjegal Christian Poulsen.
"Kartu merah yang diterima Ricardo Montolivo tentu saja sangat mempengaruhi jalannya pertandingan, itu karena mereka bermain terlalu defensif," pungkas De Boer.(Ary)
Advertisement