Korban Selamat Tragedi Bintaro II: Api Kelilingi Gerbong Kereta

"Yang kebakar di depan gerbong. Saya lihat api sudah kelilingi gerbong di sisi kiri dan kanan," jelas korban Renata.

oleh Hanz Jimenez SalimDiterbitkan 10 Desember 2013, 04:13 WIB
Tabrakan maut antara Kereta Commuter Line vs truk tangki bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di perlintasan Pondok Betung, Jalan Bintaro Permai 3, Jakarta Selatan, menyisakan banyak cerita.

Renata (30), penumpang KRL jurusan Serpong-Tanah Abang ini menjadi korban tragedi yang merenggut 5 nyawa tersebut.

Renata yang tengah hamil 4 bulan awalnya tak menyangka KRL yang ditumpanginya itu bakal menabrak sebuah truk tangki berisi BBM. Pada saat itu, Renata yang berencana ingin berkunjung ke tempat saudaranya di daerah Tanah Abang, harus mengurungkan niatnya lantaran kereta yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk itu.

"Berangkat dari Stasiun Jurang Mangu, saya mau mampir ke tempat saudara saya di Tanah Abang," kata dia ketika ditemui Liputan6.com di ruang inap Kenangan Rumah Sakit Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin malam (9/12/2013).

Renata menuturkan, tak ada suara-suara keras ataupun dentuman keras ketika KRL bernomor 1124 menabrak truk di perlintasan itu. Menurut Renata, dirinya hanya merasakan adanya korsleting listrik ketika terjadi kecelakaan.

"Saya ngga denger suara keras, cuma kayak korsleting listrik biasa. Jadi kayak lagi korsleting listrik aja gitu. Lampu mati, AC mati. Dan tiba-tiba kereta oleng," tutur Renata.

Seketika Renata langsung terjatuh ke bagian samping kereta yang anjlok ke kanan itu. Renata mengungkapkan, pada saat itu kondisi di dalam gerbong wanita yang tepat berada di belakang gerbong masinis sangat mencekam. Lampu KRL mati dan asap ledakan masuk ke dalam gerbong. Yang lebih mengerikan, lanjut Renata, dirinya sempat melihat api mengelilingi depan gerbong KRL yang ditumpangi.

"Yang kebakar di depan gerbong. Saya lihat api sudah kelilingi gerbong di sisi kiri dan kanan," jelas Renata.

Suasana mencekam itu dirasakan Renata cukup lama, sekitar 20 menit. Saking lamanya terjebak di dalam gerbong, Renata sempat membuka soft lens yang terpasang di matanya. Terkurung dalam gerbong yang dikelilingi api membuat Renata terus berupaya keluar. Renata berhasil keluar melalui jendela KRL setelah dibantu oleh warga sekitar.

"Lewat jendela, ditolongin warga akhirnya bisa keluar," ucap Renata.

Beruntung tak ada luka serius yang dialami Renata, bayi yang berada di dalam kandungannya pun terselamatkan. Hanya luka melepuh di telapak kaki Renata.

"Itu karena sandal saya lepas, jadi dinding-dinding gerbong kereta kan dai besi. Saya injak itu untuk berusaha keluar, telapak kaki saya melepuh," tutup Renata.

Kini Renata bersama 11 korban kecelakaan lainnya sedang menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap Rumah Sakit Dr Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan. (Fiq/Adi)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya