IHSG Anjlok 1%, Seluruh Sektor Saham Rontok

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026) didorong 391 saham tertekan.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 04 Juni 2026, 09:07 WIB
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026). Koreksi IHSG hari ini mengikuti bursa saham Asia Pasifik yang tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 17.974.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun 0,36% ke posisi 5.919 dari penutupan sebelumnya 5.941. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG tergelincir 0,56% menjadi 5.907. IHSG sempat turun 1%. Pada pukul 09.06 WIB, IHSG merosot 1,38% ke 5.859.

Indeks saham LQ45 melemah 0,05% ke posisi 588,75. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Kamis pagi, IHSG berada di level tertinggi 5.924,50 dan level terendah 5.864,46. Sebanyak 391 saham melemah sehingga bebani IHSG. 119 saham menguat dan 154 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 127.601 kali dengan volume perdagangan saham 1,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,1 triliun.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 1,59%, sektor saham basic melemah 2,57%, sektor saham industro merosot 2,15%. Kemudian, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,68%, sektor saham consumer siklikal turun 0,16%, sektor saham kesehatan terpangkas 1,53%, sektor saham keuangan tergelincir 1,29%. Lalu sektor saham properti turun 1,57%, sektor saham teknologi melemah 0,92%, sektor saham infrastruktur terpangkas 2,26% dan sektor saham transportasi merosot 0,79%.

Harga saham BBCA melemah 0,45% ke posisi Rp 5.500 per saham. Saham BBCA dibuka turun menjadi Rp 5.475 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 5.525 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 5.600 dan terendah Rp 5.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.836 kali dengan volume perdagangan saham 595.470 saham. Nilai transaksi Rp 327,2 miliar.

Harga saham ADRO naik 2,29% menjadi Rp 2.230 per saham. Saham ADRO dibuka stagnan di posisi Rp 2.180 per saham. Harga saham ADRO berada di level tertinggi 2.230 dan level terendah 2.160 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.609 kali dengan volume perdagangan saham 52.973 saham. Nilai transaksi Rp 11,6 miliar.

 

 

Prediksi IHSG

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Cermati area koreksi berikutnya di 5.755-5.814, untuk area penguatan terdekat berada di 5.958-5.984,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.899,5.755 dan level resistance 6.111,6.286.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 5.740-6.095.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Sedangkan Herditya memilih saham, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 3,90% ke 8.000 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 7.450-7.825

Target Price: 8.500, 9.125

Stoploss: below 7.350

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

 2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on Weakness

Saham BMRI terkoreksi 2,88% ke 4.050 disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi BMRI saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.880-4.010

Target Price: 4.220, 4.320

Stoploss: below 3.860

 

3.PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Buy on Weakness

Saham BUMI terkoreksi 8,07% ke 148 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual. Herditya memperkirakan, posisi BUMI saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (Y).

Buy on Weakness: 129-144

Target Price: 162, 199

Stoploss: below 126

 

4.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Trading Buy

Saham MEDC terkoreksi 2,30% ke 1.275 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Herditya menuturkan, saat ini, posisi MEDC diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (A).

Trading Buy: 1.220-1.250

Target Price: 1.340, 1.430

Stoploss: below 1.210

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya