Penembakan di Poso, Antara Provokasi dan Dendam

Pelaku penembakan di Poso diidentifikasi sengaja memancing kembali situasi dan kondisi Poso yang telah kondusif. Namun tidak tertutup kemungkinan adanya faktor dendam, antara korban dan tersangka.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 April 2004, 08:17 WIB
Liputan6.com, Poso: Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah telah mengidentifikasi pelaku penembakan di Gereja Pantekosta Tabernakel di Dusun Maranda, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir, akhir pekan silam. Tersangka diidentifikasi sengaja memancing kembali situasi dan kondisi Poso yang telah kondusif. Namun tidak tertutup kemungkinan faktor dendam antara korban dan tersangka. Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Taufik Ridha di Poso, baru-baru ini.

Sejauh ini, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan 10 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter [baca: Polisi Masih Memburu Penyerang Jemaat Pantekosta Poso]. Tim penyidik juga telah meminta keterangan sepuluh saksi. Saat ini, aparat kepolisian bersama TNI juga telah mendirikan pos keamanan khususnya di wilayah Poso Pesisir yang dalam sebulan terakhir kerap terjadi kasus penembakan. Penambahan pasukan juga segera dilakukan dalam waktu dekat.

Insiden di Gereja Pantekosta Tabernakel di Dusun Maranda, Desa Kilo, terjadi Sabtu pekan silam [baca: Teror Kembali Melanda Poso, Tujuh Warga Ditembak]. Tujuh orang menjadi sasaran tembak. Menurut Juru Bicara Komando Operasi Pemulihan Keamanan "Sintuwu Maroso" Poso, Ajun Komisaris Besar Polisi Agil Assegaf, pelaku diketahui lebih dari dua orang dengan mengendarai sepeda motor.(AWD/Novi Handaru)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya