Jika Memaksakan Gus Dur, PKB Akan Ditinggalkan

"Ketika Gus Dur ngotot jadi presiden, pendukungnya akan menarik diri. Jadi PKB tidak akan dapat apa-apa," kata pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicated, Sukardi Rinakit.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 April 2004, 09:11 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa akan merugi bila tetap memaksakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden sebagai syarat koalisi dengan partai politik lain. "Ketika Gus Dur ngotot jadi presiden, pendukungnya akan menarik diri. Jadi PKB tidak akan dapat apa-apa," kata pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicated, Sukardi Rinakit, di Jakarta, Jumat (9/4). Sukardi yakin, meski PKB masuk dalam tiga parpol yang meraih suara terbesar, partai-partai lain yang tengah dijajaki PKB untuk koalisi pasti tak akan mau [baca: Pertemuan Nikko Dianggap Mengusung "Asal Bukan Mega"].

Seperti diberitakan, Ketua Umum PKB Alwi Shihab menyatakan membuka peluang koalisi dengan empat partai pemenang pemilu, kecuali Partai Golongan Karya dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Koalisi dibentuk dengan syarat mitra parpol menerima Gus Dur sebagai calon presiden. Meski belum final, Alwi mengaku sudah mulai memilih-milih pasangan parpol yang akan diajak berkoalisi. "Gus Dur tidak mungkin menjadi wakil presiden. Calon-calon itu harus siap menjadi wakil. Jangan dibalik," kata Alwi [baca: PKB Siap Berkoalisi Asal Gus Dur Capresnya].(SID/Fransambudi dan Eko Purwanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya