Liputan6.com, Altayski Krai: Serangan hawa dingin terendah melanda Siberia, baru-baru ini. Akibatnya, populasi satwa ikan dan burung berkurang drastis. Kondisi ini juga sempat membuat cemas warga setempat. Maklum, selama 20 tahun terakhir, baru kali ini suhu mampu mencapai angka minus 40 derajat celsius. Kendati demikian, kondisi ini belum menyebabkan krisis pangan dan energi, seperti yang terjadi tahun silam.
Kedinginan terparah terjadi di daerah Altayski Krai yang terletak berbatasan dengan Mongolia. Kondisi ini membuat sejumlah danau tertutup lapisan es dan salju setebal satu meter lebih. Akibatnya, ikan yang hidup di dalam danau sebagian besar mati lantaran lubang oksigen tertutup salju. Untuk menanggulangi punahnya populasi, Tim Ekologi setempat membuat lubang pada lapisan es yang menyelimuti danau.
Serangan hawa dingin ini juga melanda daerah Primorya, daerah yang terletak di kawasan Rusia Timur. Akibatnya, berbagai jenis burung langka yang terdapat di daerah tersebut terancam kehidupannya lantaran tak mampu lagi mencari makan. Ini memang di luar dari kebiasaan. Sebab, biasanya kawanan burung tersebut bermigrasi ke kawasan kering di Tagi, Rusia, ketika musim dingin tiba. Namun, kali ini, mereka tak sanggup terbang jauh lantaran udara yang begitu dingin.
Sejauh ini, burung-burung tersebut mencari makanan ke perumahan penduduk. Untuk mengatasi kelangkaan makanan itu, Tim Ekologi setempat menyediakan suatu areal tersendiri untuk menempatkan pakan bagi mereka. Selain itu, para pakar lingkungan juga menangkap burung-burung yang sakit dan lemah untuk diberi perawatan.(AWD/Rya)
Kedinginan terparah terjadi di daerah Altayski Krai yang terletak berbatasan dengan Mongolia. Kondisi ini membuat sejumlah danau tertutup lapisan es dan salju setebal satu meter lebih. Akibatnya, ikan yang hidup di dalam danau sebagian besar mati lantaran lubang oksigen tertutup salju. Untuk menanggulangi punahnya populasi, Tim Ekologi setempat membuat lubang pada lapisan es yang menyelimuti danau.
Serangan hawa dingin ini juga melanda daerah Primorya, daerah yang terletak di kawasan Rusia Timur. Akibatnya, berbagai jenis burung langka yang terdapat di daerah tersebut terancam kehidupannya lantaran tak mampu lagi mencari makan. Ini memang di luar dari kebiasaan. Sebab, biasanya kawanan burung tersebut bermigrasi ke kawasan kering di Tagi, Rusia, ketika musim dingin tiba. Namun, kali ini, mereka tak sanggup terbang jauh lantaran udara yang begitu dingin.
Sejauh ini, burung-burung tersebut mencari makanan ke perumahan penduduk. Untuk mengatasi kelangkaan makanan itu, Tim Ekologi setempat menyediakan suatu areal tersendiri untuk menempatkan pakan bagi mereka. Selain itu, para pakar lingkungan juga menangkap burung-burung yang sakit dan lemah untuk diberi perawatan.(AWD/Rya)