SBY <i>Sowan</i> ke Sesepuh Masjid Sunan Ampel

Capres dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono membantah kunjungan kepada Habib Ali Husein bin Al Hadad untuk meminta dukungan. Pembagian sembako untuk simpatisan masih dilakukan parpol peserta pemilu.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Maret 2004, 08:49 WIB
Liputan6.com, Surabaya: Putaran kedua kampanye masih diwarnai kunjungan sejumlah politisi kepada tokoh-tokoh agama. Selasa (23/3) malam, calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mendatangi rumah Habib Ali Husein bin Al Hadad, seorang tokoh berpengaruh di kawasan Masjid Sunan Ampel di Jalan Kiai Haji Mas Mansyur, Surabaya, Jawa Timur. Yudhoyono menolak kedatangannya disebut-sebut menjaring dukungan. Dia mengaku hanya bersilaturahmi dan meminta doa restu kepada Habib Al Hadad.

Yudhoyono sempat berdialog dengan ulama dan tokoh agama Masjid Sunan Ampel. Di hadapan mereka, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan itu menyerahkan soal pemilihan presiden kepada rakyat. Dia hanya berharap pemerintahan mendatang tidak mementingkan diri sendiri dan lebih memperhatikan amanat rakyat Indonesia. Habib Al Hadad berpendapat senada. Andai Yudhoyono terpilih, Habib juga meminta ia mampu menjalankan roda pemerintahan dengan benar. Sebelum bertemu Habib Al Hadad, sosok yang juga dijuluki SBY itu sempat berorasi di Gelanggang Olah Raga 10 November.

Sebagai juru kampanye nasional Partai Demokrat, Yudhoyono juga sempat bertandang ke Kupang, Nusatenggara Timur. Di sana, massa tumpah ruah menyambut pria kelahiran Pacitan, Jatim itu. Untuk memeriahkan acara, Yudhoyono melantunkan sebuah lagu bersama simpatisan Partai Demokrat. Dia berjanji memberikan perhatian kepada para pengungsi bekas Timor Timur, yang selama lima tahun nasibnya makin tidak menentu.

Kampanye partai politik dengan membagi-bagikan sembilan bahan pokok (sembako) juga marak. Padahal, aksi pembagian bahan makanan atau barang lainnya dilarang karena dianggap sebagai money politic terselubung. Buktinya, kemarin, Partai Patriot Pancasila membagikan sembako usai melakukan istighotsah di Desa Solokuro, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jatim. Doa bersama dipimpin ustad Muf`ti Tafsir digelar di halaman rumah seorang warga Desa Solokuro. Sedikitnya 200 simpatisan Partai Patriot Patriot hadir.

Usai doa bersama pembagian sembako pun dilaksanakan. Kader Partai Patriot Pancasila membagikan kepada simpatisan masing-masing dua kilogram beras. Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Sokoluro menilai aksi partai pimpinan Yapto Suryosumarno ini melanggar ketentuan kampanye. Rencananya, temuan tersebut akan dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Lamongan.

Tidak semua parpol memang mampu membagikan sembako. Parpol yang menawari janji muluk pun ternyata masih laris. Hal itu dirasakan para penghuni pemukiman liar di kawasan Sukajadi, Baloy, Sungai Panas, dan Muka Kuning, Batam. Sejak kampanye dimulai, fungsionaris parpol seolah berlomba berkunjung ke areal perumahan liar. Warga setempat mengaku dijanjikan tidak akan digusur jika memilih parpol tertentu. Selain menebar janji, para pengurus parpol juga memasang berbagai atribut di lokasi tersebut.

Janji kader parpol bisa jadi memberikan sedikit angin segar. Maklumlah, Pemerintah Kota Batam memang berencana menggusur perumahan di empat wilayah tersebut sesudah Pemilihan Umum 5 April mendatang. Pemukiman liar terpaksa digusur karena lahan yang ditempati warga, saat ini, adalah milik pengembang yang sah. Si pemilik tanah dikabarkan telah membayar kewajiban kepada otorita dan Pemkot Batam.

Sementara di Jakarta, kampanye lebih diramaikan konvoi kendaraan bermotor. Ratusan kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bintang Reformasi (PBR) lebih antusias pawai memakai mobil dan sepeda motor dibanding mendengarkan orasi para juru kampanyenya [baca: Kampanye Putaran Kedua Diwarnai Konvoi Kendaraan]. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Ibu Kota macet total.

Kendati tidak begitu diminati oleh simpatisannya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Roy B.B. Janis tetap berorasi di sebuah aula di Jakarta Barat. Dalam dialognya, Roy membenarkan pertanyaan seorang simpatisan tentang kemungkinan PDIP berkoalisi dengan Partai Golongan Karya. PKS juga mengadakan kampanye di Hall Senayan, Jakarta Selatan. Mantan peragawati Ratih Sanggarwati ikut menyemarakkan acara dengan membacakan puisi bertema pemilu. Kampanye dihadiri sedikitnya 2.000 simpatisan partai pimpinan Hidayat Nur Wahid itu. Mereka datang dari berbagai pelosok Jakarta.

Sedangkan Ketua PBR Kiai Haji Zainuddin MZ berkampanye di Gelanggang Remaja Planet Senen, Jakarta Pusat. Dalam orasinya, Zainuddin yang juga dikenal sebagai kiai sejuta umat, mengkritik kinerja pemerintahan Presiden Megawati Sukarnoputri. Setelah acara tuntas, para kader dan simpatisan PBR pun berkonvoi menyusuri sejumlah jalan utama di kawasan Jakpus.

Kampanye tertutup juga digelar Partai Amanat Nasional (PAN) di Gedung Surya, Pamulang, Jaksel. Jurkam Abdillah Toha hanya sebentar berorasi. Pasalnya, kampanye hanya dihadiri segelintir simpatisan PAN. Sebaliknya, ratusan simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membanjiri Terminal Baru Pamulang. Jurkam nasional yang juga Ketua PKB Alwi Shihab mengajak massanya untuk memenangkan Pemilu 2004. Acara diakhiri hiburan musik gambus dengan sederet artis lokal.

PKB di Jember, Jatim, mengadakan parade Patrol, musik khas warga setempat. Pawai diikuti 20 kelompok musik Patrol dengan menempuh jarak ratusan kilometer. Meski hujan deras, para peserta tetap antusias mengikuti acara. Sedangkan, kampanye di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, banyak diikuti anak-anak. Ketika jurkamnas PKB Andy M. Ramli berpidato, bocah-bocah lebih tertarik bermain dan menunjukkan kaos bergambar lambang PKB. Kehadiran anak-anak dinilai anggota Panwaslu Kalteng Tantawi Jauhari merupakan pelanggaran.

Calon anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Andhy Gani Nuwa Wea pun berorasi di GOR Jaktim. Putra Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea yang berumur 28 tahun itu mengklaim dirinya sebagai calon anggota legislatif termuda di dunia. Sayang, kepercayaan diri Andhy dinilai sejumlah simpatisan tidak diimbangi dengan kecerdasan memaparkan program kerja. Usai acara, Andhy memimpin konvoi menggunakan Vespa menyusuri sepanjang Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.

Berbagai acara juga berlangsung meriah di daerah. Tengok saja yang dilaksanakan Partai Bulan Bintang (PBB) di Kabupaten Jember. Agar tidak membosankan, fungsionaris PBB mengadakan pertandingan sepak bola di Lapangan Jenggawah. Sebelum pertandingan dimulai, sejumlah jurkam sempat berorasi di hadapan para peserta.

Jurkamnas PBB Ahmad Sumargono ketika berorasi di Ambon, Maluku, kemarin, menyoroti dibebaskannya mantan anggota Partai Komunis Indonesia kembali ikut pemilu. Ahmad Sumargono tetap menolak kebijakan pemerintah tersebut [baca: Mantan Anggota PKI Bisa Menjadi Caleg]. Alasannya, para bekas anggota PKI masih dianggap berbahaya bagi keselamatan bangsa. Sumargono lantas mengajak kader PBB waspada akan bangkitnya falsafah komunis dari PKI yang dinilai masih laten.

Dari Situbondo dilaporkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz tampil di hadapan simpatisan di alun-alun setempat. Kampanye berjalan semarak karena dihadiri Kiai Haji Fawaid As`ad. Sekadar diketahui, Fawaid baru kembali masuk ke PPP setelah sempat hijrah ke PKB, pada Pemilu 1999.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya