Tips Menggunakan AC agar Tetap Dingin dan Hemat Energi

Agar ruangan lebih sejuk tanpa harus menurunkan suhu AC, nyalakan kipas langit-langit atau kipas berdiri secara bersamaan.

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 04 Juni 2026, 03:00 WIB
Pedagang mengatakan belum ada peningkatan untuk pembelian AC meskipun musim kemarau. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah cuaca panas dan lembap, pendingin ruangan atau AC praktis menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun, banyak rumah tangga masih menggunakan AC secara berlebihan, mendinginkan ruangan terlalu rendah, hingga membuang energi.

Dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (29/5/2026), ada banyak cara untuk mengoptimalkan pendinginan AC, seperti dari mengetahui pengaturan suhu terbaik untuk penggunaan harian hingga menentukan jumlah unit AC yang ideal untuk rumah.

CNA Lifestyle berbincang dengan Eric Tan Kuo Hon, training manager Daikin Air Conditioning, mengenai cara memaksimalkan penggunaan AC sambil tetap mengontrol biaya, bau tidak sedap, dan masalah perawatan.

Ingin Rumah Sudah Sejuk Saat Tiba di Rumah?

Tan menyarankan untuk menyalakan AC melalui aplikasi smart home sekitar 15 hingga 30 menit sebelum tiba di rumah. Pengaturan yang direkomendasikan adalah suhu 25 derajat celsius dengan kipas kecepatan sedang.

Pendinginkan hanya ruangan yang akan langsung digunakan. Biasanya ruang keluarga dan kamar tidur. "Mendinginkan ruangan yang tidak dipakai sama seperti menyalakan lampu tambahan yang tidak dilihat siapa pun," ujar Tan. Tagihan bertambah tanpa meningkatkan kenyamanan.

Untuk rumah yang tidak terhubung dengan aplikasi, Tan menyarankan mengatur suhu AC di 23°C atau 24°C selama 10 hingga 15 menit untuk pendinginan awal yang cepat, lalu mengembalikannya ke 25°C.

"Hindari menggunakan suhu 18°C karena itu tidak membuat ruangan lebih cepat dingin. Sebagian besar unit AC mendinginkan dengan kecepatan yang sama, hanya saja AC akan bekerja lebih lama — dan lebih mahal — untuk mencapai suhu lebih rendah," jelas dia.

Agar ruangan terasa lebih sejuk tanpa harus menurunkan suhu AC, nyalakan kipas langit-langit atau kipas berdiri secara bersamaan. Setelah ruangan terasa nyaman, suhu bahkan bisa dinaikkan menjadi 26°C sambil tetap menggunakan kipas untuk sirkulasi udara.

Anda juga bisa membantu kerja AC dengan menutup pintu dan jendela serta menutup tirai, terutama untuk ruangan yang terkena matahari sore dari arah barat.

Untuk mempersiapkan kamar tidur agar tetap nyaman saat malam bahkan sebelum AC dinyalakan, Tan menyarankan menutup tirai blackout sekitar pukul 17.00 atau 18.00, terutama jika kamar menghadap barat.

Sebelum tidur, atur suhu di 25°C dengan bantuan kipas dibanding membiarkan suhu 22°C sepanjang malam. Gunakan pula mode sleep atau econ.

"Mode ini biasanya mengurangi beban kompresor setelah pendinginan awal," kata dia.

Tak Ingin Tagihan Listrik Membengkak?

ilustrasi uang Rupiah. (BAY ISMOYO/AFP)

Tan mengatakan, untuk menghemat tagihan listrik bisa dilakukan dengan menggunakan timer atau mode sleep, sehingga AC tidak terus bekerja penuh pada dini hari saat ruangan sebenarnya sudah dingin.

"Banyak rumah tangga melihat penurunan tagihan yang cukup terasa ketika menaikkan suhu dari 22°C menjadi 25°C sambil menggunakan kipas dan timer dua hingga tiga jam. Tingkat kenyamanannya tetap mirip, tetapi siklus kerja kompresor menjadi lebih sedikit," jelas Tan.

Cara praktis lainnya adalah menutup pintu, menutup celah di bawah pintu, dan rutin membersihkan filter.

Ingin Rumah Tetap Wangi dan Segar?

Menurut Tan, AC dapat menjebak dan menyirkulasikan kembali partikel yang sudah ada di dalam ruangan seperti debu halus, asap masakan, bulu hewan peliharaan, serta senyawa kimia dari furnitur baru, cat, pengharum ruangan, dan bahan pembersih.

Sementara bau apek yang muncul saat AC dinyalakan umumnya disebabkan kombinasi kelembapan dengan debu, serpihan kulit, dan partikel minyak masakan yang menempel pada koil pendingin dan kain di sekitarnya.

Bahkan apartemen yang baru direnovasi pun bisa memiliki bau tak sedap jika AC dinyalakan 24 jam dengan jendela selalu tertutup.

"Saat AC bekerja, terjadi kondensasi. Jika bagian tertentu tetap lembap terlalu lama, kondisi itu mendorong pertumbuhan mikroba yang menghasilkan bau," ujar Tan.

"Kelembapan juga menjadi tanda bahwa uap air masuk lebih cepat daripada kemampuan AC untuk menghilangkannya."

Cara cepat untuk mengurangi bau dan kelembapan tanpa harus membersihkan sofa atau membeli dehumidifier adalah dengan rutin memberi ventilasi pada rumah atau apartemen. Buka jendela selama 10 hingga 15 menit di pagi hari saat udara luar masih lebih sejuk.

Menghindari pendinginan berlebihan atau suhu terlalu rendah juga membantu. "Suhu yang terlalu dingin bisa membuat permukaan menjadi cukup dingin hingga memicu kondensasi saat pintu dibuka."

Gunakan kipas agar udara tetap bergerak, terutama di sudut ruangan yang lembap. Pastikan pula saluran pembuangan kondensasi berfungsi baik karena aliran yang tersumbat dapat membuat unit lebih basah.

"Jika unit memiliki fitur coil-dry atau mould-proof, gunakan fitur tersebut," katanya. "Jika tidak, jalankan mode fan-only selama 10 hingga 20 menit sebelum mematikan AC untuk mengeringkan kelembapan di dalam unit."

Tips lain adalah tidak menjemur pakaian basah di ruangan ber-AC dan menjaga filter tetap bersih agar proses pengurangan kelembapan berjalan optimal.

 

Tak Ingin Boros Biaya Perawatan?

Penjualan pendingin udara. (merdeka.com/Imam Buhori)

Untuk sebagian besar rumah tangga, servis rutin dan mencuci filter sudah cukup. "Mencuci filter sendiri sangat baik dan memang direkomendasikan, tetapi itu tidak sepenuhnya menggantikan pembersihan profesional," kata Tan.

Filter terutama menangkap partikel debu besar, tetapi lama-kelamaan partikel halus dan residu minyak — terutama di rumah yang sering memasak — bisa menumpuk di koil, kipas, blower, dan sistem drainase.

Ketika bagian-bagian tersebut kotor, aliran udara bisa melemah, konsumsi listrik meningkat, muncul bau, atau bahkan terjadi kebocoran air meskipun filter terlihat bersih.

Mengenai chemical wash, Tan menyarankan metode tersebut hanya digunakan untuk masalah tertentu seperti aliran udara lemah, bau menetap, kebocoran air, atau koil yang tersumbat parah.

"Chemical cleaning biasanya menggunakan cairan khusus untuk membersihkan kotoran membandel pada komponen internal seperti evaporator coil, blower wheel, dan baki drainase — area yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan lap biasa."

Ia menyarankan servis rutin setiap tiga hingga enam bulan, lebih sering jika AC digunakan setiap hari, memiliki hewan peliharaan, atau tinggal dekat area konstruksi.

Unit kondensor luar ruangan juga sebaiknya diperiksa dan dibersihkan setidaknya setahun sekali atau lebih cepat jika terkena banyak debu dan daun.

Chemical cleaning hanya diperlukan jika tanda-tanda tadi muncul atau direkomendasikan teknisi setelah pemeriksaan. Alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti steam cleaning juga bisa dipilih.

 

Ingin AC Rumah Lebih Optimal?

Ilustrasi ruangan tertutup. (dok. Unsplash.com/DFY® 디에프와이)

Tan menyarankan mengganti AC jika mulai sering rusak, pendinginan melemah meski rutin diservis, muncul suara aneh, kebocoran air berulang, atau tagihan listrik meningkat untuk pola penggunaan yang sama.

"Dalam penggunaan sehari-hari di Singapura, banyak sistem split residential bertahan sekitar delapan hingga 12 tahun dengan perawatan yang baik. Namun penggunaan berat, ventilasi buruk pada kondensor, atau penumpukan kotoran kronis bisa memperpendek usia pakainya."

Tan juga menyarankan mengganti unit di ruangan yang paling sering digunakan terlebih dahulu, seperti kamar tidur. "Karena di sanalah Anda paling cepat merasakan penghematan dan peningkatan kenyamanan."

Bagi pemilik rumah atau apartemen baru, Tan menyarankan mempertimbangkan kebutuhan pendinginan sejak awal dan menyesuaikan kapasitas secara tepat daripada menambah unit AC setelah pindah.

Misalnya, pikirkan ruangan mana yang paling sering membutuhkan pendinginan, ukuran ruangan, paparan panas matahari, jendela besar, atau langit-langit tinggi. Llau apakah ruangan akan selalu tertutup dan apakah nantinya akan digunakan sebagai kamar bayi atau ruang kerja dari rumah.

Menurut Tan, semua faktor tersebut penting dipertimbangkan sebelum menentukan sistem AC yang tepat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya