Liputan6.com, Jakarta: Banyak cerita tersisa dari pelaksanaan kampanye partai-partai politik hari kelima, Senin (15/3) siang. Tengok saja, kekecewaan juru kampanye Partai Amanat Nasional (PAN) Paquita Wijaya lantaran dibiarkan cuap-cuap sendiri tanpa kehadiran massa pendukung partai. Hari ini, Paquita seharusnya berorasi di tiga tempat berbeda, yakni di Gelanggang Olah Raga Koja, Jakarta Utara, Gelora Senen, Jakarta Pusat, dan Gelora Remaja, Pulogadung, Jakarta Timur. Tapi, hanya di satu lokasi kampanye Paquita bisa berkampanye.
Selidik punya selidik. Massa PAN di Koja dan Senen rupanya tak sabar menunggu kedatangan Paquita yang molor dari jadwal. Mereka akhirnya berduyun-duyun pergi konvoi ketimbang menanti Paquita yang juga calon anggota legislatif PAN. Paquita kontan kecewa. Dia mengaku terlambat datang karena jadwal kampanye dari Komisi Pemilihan Umum berubah-ubah. "Sampai Koja setengah dua belas [11.30 WIB] massa udah jalan, kemudian berangkat ke Senen [Jakpus]. Di sana, oke masih banyak massa, tapi baru setengah jam [orasi] mereka sudah mau bergerak pawai," kisah Paquita.
Rombongan Paquita tidak putus harapan. Dari Senen mereka berjalan ke Pulogadung sesuai jadwal pukul 15.00-16.00 WIB. "Sampai di sana kosong. Usut punya usut ternyata dipindah ke GOR di Jaktim," lanjut wanita kelahiran Jakarta, 4 Mei 1970 itu. Menurut Paquita, kejadian yang dialami dirinya bukan kali pertama sejak kampanye digelar, Jumat silam. Berubah-ubahnya jadwal dari KPU juga mengakibatkan Dewan Pimpinan Pusat PAN kerepotan karena telat menginformasikan perubahan tersebut kepada para jurkam.
Kampanye Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) di Bandung, Jawa Barat, juga tidak berjalan mulus. Bahkan, sesi pertama kampanye PPDK di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB) nyaris batal. Dari 500 kursi yang disediakan panitia, hanya tiga kursi terisi. Padahal, panitia sudah mengundurkan jadwal kampanye selama satu jam untuk menjaring penonton. Sutikni Sutoro dan Syafril Sofyan, dua jurkam PDK, tetap bersemangat memaparkan program kerja meski sepi penonton.
Ayi, seorang mahasiswa Fakultas Teknik Material ITB mengungkapkan, kurangnya animo mahasiswa karena Rektorat jarang mensosialisasikan program kampanye masuk kampus. Kongres Mahasiswa juga masih memperdebatkan, akan menerima atau menolak kehadiran politisi di lingkungan kampus. Namun, kata Ayi, melihat kejadian hari ini, besar kemungkinan hampir seluruh mahasiswa ITB menolak kampanye digelar di kampus.
Di Kediri, Jawa Timur, Siti Hardiyanti Rukmana batal berziarah ke makam seorang tokoh penyebar agama Islam di sana. Pembatalan tersebut tanpa alasan yang jelas. Mbak Tutut--begitu Siti Hardiyanti Rukmana disapa--juga enggan memberi penjelasan kepada pers. Sementara puluhan pengemis yang berkumpul di sekitar makam sang tokoh terpaksa pulang dengan tangan hampa. Padahal, mereka sudah menunggu sejak pagi hari.
Kurangnya minat massa untuk mendengarkan orasi para jurkam juga ditunjukkan simpatisan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Tadi siang, caleg nomor satu dari PPNUI, Taufik Amri berpidato hanya disaksikan segelintir simpatisan partai. Entah kepanasan entah bosan, sebagian besar pendukung PPNUI justru cuma duduk-duduk di luar GOR Ragunan, Jakarta Selatan, tempat kampanye tertutup digelar.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri mengajak para pendukungnya di Lampung tidak bertindak anarkis. Tidak seperti di Kota Palembang, Sumatra Selatan, yang sempat diwarnai dengan ambruknya panggung, kampanye di Kota Lampung berjalan lancar [baca: Tiga Korban Kampanye PDIP Masih Dirawat]. Dalam pidato politisnya, Megawati juga mengaku tidak merasa disudutkan karema sebagian kalangan berharap dirinya tidak terpilih kembali sebagai Presiden RI.
Calon Presiden Konvensi Partai Golongan Karya Prabowo Subianto juga gencar berkampanye. Hari ini, Prabowo melawat ke Cilacap, Jawa Tengah. Di depan massa Partai Beringin, Prabowo mengajak untuk memenangkan Pemilu 2004. Ketika berorasi, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat itu tampak didampingi Slamet Effendi Yusuf. Usai pidato ia langsung menyalami para simpatisan Golkar. Lucunya, jam tangan Prabowo nyaris raib dijambret saat bersalaman. Rencananya, besok, putra begawan ekonomi Soemitro Joyohadikusumo ini akan meneruskan kampanye ke Probolinggo, Pasuruan, dan Kediri, Jawa Timur.
Sementara jurkam parpol sibuk "menyapu" daerah, panitia pengawas pemilu (panwaslu) pusat juga repot menentukan kriteria pelanggaran peraturan kampanye. Ketua Panwaslu Pusat Rozy Munir mengatakan, kriteria pelanggaran harus dibuat teperinci untuk meminimalkan kesalahan saat memberi sanksi atau peringatan untuk para jurkam atau parpol [baca: Panwaslu Menemukan Ribuan Pelanggaran Kampanye].(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Selidik punya selidik. Massa PAN di Koja dan Senen rupanya tak sabar menunggu kedatangan Paquita yang molor dari jadwal. Mereka akhirnya berduyun-duyun pergi konvoi ketimbang menanti Paquita yang juga calon anggota legislatif PAN. Paquita kontan kecewa. Dia mengaku terlambat datang karena jadwal kampanye dari Komisi Pemilihan Umum berubah-ubah. "Sampai Koja setengah dua belas [11.30 WIB] massa udah jalan, kemudian berangkat ke Senen [Jakpus]. Di sana, oke masih banyak massa, tapi baru setengah jam [orasi] mereka sudah mau bergerak pawai," kisah Paquita.
Rombongan Paquita tidak putus harapan. Dari Senen mereka berjalan ke Pulogadung sesuai jadwal pukul 15.00-16.00 WIB. "Sampai di sana kosong. Usut punya usut ternyata dipindah ke GOR di Jaktim," lanjut wanita kelahiran Jakarta, 4 Mei 1970 itu. Menurut Paquita, kejadian yang dialami dirinya bukan kali pertama sejak kampanye digelar, Jumat silam. Berubah-ubahnya jadwal dari KPU juga mengakibatkan Dewan Pimpinan Pusat PAN kerepotan karena telat menginformasikan perubahan tersebut kepada para jurkam.
Kampanye Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) di Bandung, Jawa Barat, juga tidak berjalan mulus. Bahkan, sesi pertama kampanye PPDK di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB) nyaris batal. Dari 500 kursi yang disediakan panitia, hanya tiga kursi terisi. Padahal, panitia sudah mengundurkan jadwal kampanye selama satu jam untuk menjaring penonton. Sutikni Sutoro dan Syafril Sofyan, dua jurkam PDK, tetap bersemangat memaparkan program kerja meski sepi penonton.
Ayi, seorang mahasiswa Fakultas Teknik Material ITB mengungkapkan, kurangnya animo mahasiswa karena Rektorat jarang mensosialisasikan program kampanye masuk kampus. Kongres Mahasiswa juga masih memperdebatkan, akan menerima atau menolak kehadiran politisi di lingkungan kampus. Namun, kata Ayi, melihat kejadian hari ini, besar kemungkinan hampir seluruh mahasiswa ITB menolak kampanye digelar di kampus.
Di Kediri, Jawa Timur, Siti Hardiyanti Rukmana batal berziarah ke makam seorang tokoh penyebar agama Islam di sana. Pembatalan tersebut tanpa alasan yang jelas. Mbak Tutut--begitu Siti Hardiyanti Rukmana disapa--juga enggan memberi penjelasan kepada pers. Sementara puluhan pengemis yang berkumpul di sekitar makam sang tokoh terpaksa pulang dengan tangan hampa. Padahal, mereka sudah menunggu sejak pagi hari.
Kurangnya minat massa untuk mendengarkan orasi para jurkam juga ditunjukkan simpatisan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Tadi siang, caleg nomor satu dari PPNUI, Taufik Amri berpidato hanya disaksikan segelintir simpatisan partai. Entah kepanasan entah bosan, sebagian besar pendukung PPNUI justru cuma duduk-duduk di luar GOR Ragunan, Jakarta Selatan, tempat kampanye tertutup digelar.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri mengajak para pendukungnya di Lampung tidak bertindak anarkis. Tidak seperti di Kota Palembang, Sumatra Selatan, yang sempat diwarnai dengan ambruknya panggung, kampanye di Kota Lampung berjalan lancar [baca: Tiga Korban Kampanye PDIP Masih Dirawat]. Dalam pidato politisnya, Megawati juga mengaku tidak merasa disudutkan karema sebagian kalangan berharap dirinya tidak terpilih kembali sebagai Presiden RI.
Calon Presiden Konvensi Partai Golongan Karya Prabowo Subianto juga gencar berkampanye. Hari ini, Prabowo melawat ke Cilacap, Jawa Tengah. Di depan massa Partai Beringin, Prabowo mengajak untuk memenangkan Pemilu 2004. Ketika berorasi, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat itu tampak didampingi Slamet Effendi Yusuf. Usai pidato ia langsung menyalami para simpatisan Golkar. Lucunya, jam tangan Prabowo nyaris raib dijambret saat bersalaman. Rencananya, besok, putra begawan ekonomi Soemitro Joyohadikusumo ini akan meneruskan kampanye ke Probolinggo, Pasuruan, dan Kediri, Jawa Timur.
Sementara jurkam parpol sibuk "menyapu" daerah, panitia pengawas pemilu (panwaslu) pusat juga repot menentukan kriteria pelanggaran peraturan kampanye. Ketua Panwaslu Pusat Rozy Munir mengatakan, kriteria pelanggaran harus dibuat teperinci untuk meminimalkan kesalahan saat memberi sanksi atau peringatan untuk para jurkam atau parpol [baca: Panwaslu Menemukan Ribuan Pelanggaran Kampanye].(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)