Kata Purbaya Soal Anggaran 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Banpres

Menkeu Purbaya suara soal 1.098 kurban sapi oleh Presiden Prabowo Subianto yang diklaim menggunakan APBN senilai Rp 100 miliar.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 28 Mei 2026, 12:50 WIB
Menkeu Purbaya suara soal 1.098 kurban sapi oleh Presiden Prabowo Subianto yang diklaim menggunakan APBN senilai Rp 100 miliar. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal penyerahan 1.098 kurban sapi oleh Presiden Prabowo Subianto, yang diklaim menggunakan APBN senilai Rp 100 miliar.

Purbaya mengaku belum mengetahui detail pemakaian anggaran untuk sapi kurban tersebut. Oleh karenanya, ia meminta hal tersebut untuk ditanyakan langsung kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

"Saya enggak tau masalah itu, tanya Mensesneg. Tapi rasanya sih uang mereka sendiri," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, dikutip Kamis (28/5/2026).

Adapun sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan, penggunaan APBN untuk bantuan sapi kurban bukan hal baru karena sudah menjadi program rutin pemerintah setiap tahun. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat agar dapat merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.

"Maksud sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama," ujar Juri dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, penyaluran sapi kurban merupakan bagian dari bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, penggunaan anggaran negara dinilai wajar dan telah dilakukan pada pemerintahan sebelumnya.

 

Purbaya Kurban Sapi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan sapi kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah. (Liputan6.com/Maulandy)

Pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Menkeu Purbaya juga turut menyerahkan 2 sapi kurban. Salah seekor di antaranya diserahkan untuk dilakukan pemotongan di Kantor Pusat Ditjen Pajak(DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (27/5/2026).

Purbaya menjelaskan, kurban sapi yang ditaruh di DJP merupakan satu ras sapi yang berasal dari Swiss. Namun, Sang Bendahara Negara tidak membocorkan berapa dana yang dirogohnya untuk mendapat sapi tersebut.

"Sapinya (beratnya) 890 kiloan kira-kira, jenisnya sapi simmental, jenis sapi potong," kata Purbaya.

 

Pakai Kocek Pribadi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat acara Semangat Awal Tahun 2026, di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Selain di DJP, Purbaya juga menyerahkan 1 sapi kurban lain di dekat kediaman pribadinya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. "Kayaknya (berat sapinya) lebih gede daripada ini," ucap dia.

Dalam melaksanakan kurban tersebut, ia mengaku itu berasal dari kocek pribadinya, bukan dari APBN. Terlebih Purbaya batal melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun ini, sehingga ia bisa menyimpan dana lebih untuk membeli dua hewan kurban berukuran besar.

"Pakai dana pribadi lah, yang rumah juga dana pribadi," tegas Purbaya.

"Terus kan enggak jadi haji. (Sedih enggak jadi haji?) Ya sedih, tapi emang bukan rejeki. Santai aja lah. Mungkin tahun depan bisa," beber dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya