Di tengah penyelidikan tentang dugaan mata-mata melalui cinderamata dan gadget yang diberikan oleh Rusia sebagai tuan rumah KTT G-20, aparat negara kini membuat klaim serupa. Dengan menuding China.
Dilansir dari Daily Mail, Jumat (1/11/2013), penyelidik dari St Petersburg mengklaim menemukan mikrocip intelijen China ditanam dalam perangkat yang tak terduga: peralatan rumah tangga. Tepatnya pada ceret atau ketel, juga setrikaan. Sejauh ini ditemukan 20-30 peralatan yang diduga ditanam alat sadap.
Seperti dimuat media Rosbalt, yang mendapatkan informasi dari broker bea cukai Panimport, diduga mikrocip tersebut bisa memompa data spam dan malware ke jaringan wifi.
Juga diduga, mikrocip itu bisa mencegat data dari jaringan wifi dan mengirimkan informasi tersebut ke China. Meski, artikel dalam media St Petersburg itu tak menyebut, data apa dan ke mana data itu dikirimkan.
Menurut The Register, media yang menerjemahkan artikel berbahasa Rusia itu, adalah mungkin membuat sebuah mikrocip berbahaya -- yang disebut jugas pambot atau spybot --berukuran cukup kecil untuk disembunyikan di ketel.
Juga diyakini ada banyak trafo tersedia yang dapat digunakan untuk mengkonversi pasokan Listrik Rusia 220V untuk memberi daya pada cip itu tanpa menghancurkannya.
Uni Eropa Selidiki Rusia
Juru bicara Komisi Eropa Frederic Vincent mengatakan, pihaknya tengah memeriksa cenderamata dan gadget yang diberikan oleh Rusia sebagai tuan rumah KTT G20 -- berupa USB atau pengisi daya ponsel. Penyelidikan belum sepenuhnya selesai.
Kasus itu terkuak berkat pemberitaan koran Italia Corriere della Sera yang mengutip sumber berita dari kantor keamanan Dewan Eropa, bahwa diduga ada sedikitnya 300 peralatan yang digunakan pada KTT ternyata perangkat mata-mata. Namun, belum bisa dipastikan bahwa badan intelijen Rusia yang menggunakannya.
Pihak Rusia telah mengeluarkan bantahan soal dugaan memata-matai delegasi KTT G-20. Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan, tudingan itu sama sekali tak benar.
Pada KTT G-20 yang digelar pada 5-6 September 2013, para pemimpin dunia dari negara-negara termasuk Amerika Serikat, China, Jerman, dan Brasil berkumpul selama 2 hari. (Ein/Sss)
Dilansir dari Daily Mail, Jumat (1/11/2013), penyelidik dari St Petersburg mengklaim menemukan mikrocip intelijen China ditanam dalam perangkat yang tak terduga: peralatan rumah tangga. Tepatnya pada ceret atau ketel, juga setrikaan. Sejauh ini ditemukan 20-30 peralatan yang diduga ditanam alat sadap.
Seperti dimuat media Rosbalt, yang mendapatkan informasi dari broker bea cukai Panimport, diduga mikrocip tersebut bisa memompa data spam dan malware ke jaringan wifi.
Juga diduga, mikrocip itu bisa mencegat data dari jaringan wifi dan mengirimkan informasi tersebut ke China. Meski, artikel dalam media St Petersburg itu tak menyebut, data apa dan ke mana data itu dikirimkan.
Menurut The Register, media yang menerjemahkan artikel berbahasa Rusia itu, adalah mungkin membuat sebuah mikrocip berbahaya -- yang disebut jugas pambot atau spybot --berukuran cukup kecil untuk disembunyikan di ketel.
Juga diyakini ada banyak trafo tersedia yang dapat digunakan untuk mengkonversi pasokan Listrik Rusia 220V untuk memberi daya pada cip itu tanpa menghancurkannya.
Uni Eropa Selidiki Rusia
Juru bicara Komisi Eropa Frederic Vincent mengatakan, pihaknya tengah memeriksa cenderamata dan gadget yang diberikan oleh Rusia sebagai tuan rumah KTT G20 -- berupa USB atau pengisi daya ponsel. Penyelidikan belum sepenuhnya selesai.
Kasus itu terkuak berkat pemberitaan koran Italia Corriere della Sera yang mengutip sumber berita dari kantor keamanan Dewan Eropa, bahwa diduga ada sedikitnya 300 peralatan yang digunakan pada KTT ternyata perangkat mata-mata. Namun, belum bisa dipastikan bahwa badan intelijen Rusia yang menggunakannya.
Pihak Rusia telah mengeluarkan bantahan soal dugaan memata-matai delegasi KTT G-20. Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan, tudingan itu sama sekali tak benar.
Pada KTT G-20 yang digelar pada 5-6 September 2013, para pemimpin dunia dari negara-negara termasuk Amerika Serikat, China, Jerman, dan Brasil berkumpul selama 2 hari. (Ein/Sss)