Ubah Data Jadi Dampak, Solusi Baru Pengembangan Talenta

Ketika mampu membaca cerita di balik data, perusahaan dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat, cepat, dan terarah.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 Mei 2026, 20:30 WIB
Growth Strategy & Advisory Director of KTM Solutions Ivan Ahda menjadi salah satu pembicara mewakili KTM Solutions saat berpartisipasi dalam Mayapada Hospital HR Expo 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Di koridor dunia kerja modern, ada ungkapan "karyawan adalah aset terbesar perusahaan". Namun dalam praktiknya, mengelola potensi manusia tidak pernah menjadi perkara yang mudah. Banyak organisasi terjebak dalam tumpukan data karyawan—mulai dari absensi, hasil evaluasi tahunan, hingga survei kepuasan—tanpa tahu pasti harus diapakan semua informasi tersebut.

Tantangan nyata inilah yang mengemuka dalam ajang Mayapada Hospital HR Expo 2026 yang digelar di Vasa Hotel, Surabaya, Selasa 26 Mei 2026. Menjadi ruang temu bagi para praktisi Human Resources (HR) se-Jawa Timur, forum ini hangat mendiskusikan bagaimana peran pengelolaan manusia kini harus melompat lebih jauh: dari sekadar fungsi administratif menjadi penggerak strategis roda bisnis.

Salah satu pemikiran menarik yang mencuri perhatian dalam expo tersebut dibawa oleh KTM Solutions melalui sebuah gagasan sederhana namun mendalam: "From Insight to Impact".

Dalam dinamika industri yang bergerak cepat, keputusan yang diambil berdasarkan "firasat" atau kebiasaan lama sering kali tidak lagi relevan. Di sisi lain, mengumpulkan data secara masif juga bukan jaminan keberhasilan jika data tersebut hanya berakhir di folder komputer.

"Data bukan hanya angka. Data adalah insight untuk memahami people dan membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih tepat, cepat, dan strategis. Tantangannya bukan hanya mengumpulkan data, tetapi bagaimana mengubah insight tersebut menjadi impact," ujar Ivan Ahda, Growth Strategy & Advisory Director of KTM Solutions

Tantangan Terbesar

Ketika HR mampu membaca cerita di balik data, perusahaan dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat, cepat, dan terarah. Lalu, dari mana sebuah organisasi harus memulai? Tantangan terbesar biasanya adalah bias dalam menilai potensi seseorang.

Menjawab kegelisahan tersebut, Lina Natalya selaku Head of Assessment KTM Solutions, menjelaskan bahwa proses asesmen dan pemanfaatan people analytics (analisis data karyawan) dapat menjadi jangkar awal yang kokoh. Pendekatan ini membantu manajemen melihat kondisi riil para talenta secara lebih adil dan objektif.

Namun, Lina mengingatkan agar organisasi tidak salah kaprah. "Asesmen itu bukan garis finis atau akhir dari proses pengelolaan karyawan. Sebaliknya, itu adalah titik awal," jelasnya.

Dari hasil penilaian yang tajam itulah, perusahaan baru bisa merumuskan strategi yang pas: bagaimana cara mengembangkan keterampilan mereka, membangun kedekatan emosional dengan tempat kerja (engagement), mempertahankan talenta terbaik (retention), hingga ujungnya bermuara pada peningkatan produktivitas yang tepat sasaran.

Melalui pendekatan From Insight to Impact, KTM Solutions mendorong HR untuk tidak hanya membaca data, tetapi juga menghubungkannya dengan strategi organisasi, pengembangan talenta, dan keberlanjutan performa. Dengan begitu, talent dan system dapat berjalan sebagai satu kesatuan yang saling mendukung, sehingga pengembangan organisasi tidak berhenti pada inisiatif yang terpisah, tetapi mampu menghasilkan dampak bisnis yang nyata dan berkelanjutan.

Ketika program pengembangan karyawan tidak lagi dibuat secara acak melainkan berbasis data yang akurat, perusahaan tidak hanya sedang menjalankan rutinitas pelatihan belaka. Mereka sedang membangun fondasi bisnis yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya