Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyatakan kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri.
Hal tersebut diungkapkan Gibran saat meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT. Dia menilai pengembangan garam di Rote Ndao memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.
Advertisement
“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya kepedulian untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” katanya dikutip dari Antara, Senin (25/5/2026).
Selain mendukung swasembada, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat sekitar.
“Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” tambahnya.
Proyek tersebut sejalan dengan visi Astacita Presiden dalam mendorong kemandirian ekonomi dan mewujudkan swasembada komoditas strategis nasional. Pemerintah menargetkan produksi garam dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor serta meningkatkan daya saing nasional.
Tambak Garam
Tambak garam di Rote Ndao dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun.
Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, diharapkan mampumeningkatkan kualitas garam sekaligus efisiensi produksi. Selain itu, proyek ini juga turutmendorong peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi lokal denganmembuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai petani garammaupun tenaga pelaksana pekerjaan.
Sebagai pelaksana konstruksi, PT Nindya Karya (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yangmampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri di tanah air.