Indonesia memiliki laut yang luas dan ribuan pulau, khususnya pulau kecil dan daerah yang terpencil. Dengan statusnya sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang terbilang tinggi berupa pendapatan hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS).
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengatakan, Indonesia mempunyai modal yang cukup kuat yang berpotensi menjadikannya sebagai negara maritim paling maju. Potensi sumber daya maritim yang dimiliki Indonesia dinilai cukup besar dan kuat.
"Negara kita memiliki 17.499 pulau, sebesar 13.466 pulau telah memiliki nama dan dideposit kepada PBB dengan segenap potensi ekonomi, ekologi, dan pertahanan keamanan yang dimiliki," ujar Sudirman ketika ditemui dalam acara Seminar Nasional Indonesia Maritime Institute (IMI) dan launching serta Lelang hasil rancangan IMI berupa Flying Boat GEVER-OS di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/10/2013).
Meski memiliki potensi besar, Sudirman menyatakan tantangan pengelolaan sumberdaya kelautan yang harus dihadapi juga tidak kalah besar. Indonesia saat ini mencatat masih memiliki kawasan tertinggal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di luar jawa, kesenjangan pembangunan dan pertumbuhan antar kawasan.
Selain itu, pemerintah juga disibukkan dengan tingginya sebaran kawasan rawan pelanggaran, baik pencurian dan illegal fishing, pencemaran, maupun perusakan lingkungan.
Berikut adalah potensi-potensi pendapatan Indonesia per tahun yang berasal dari sektor maritim:
1. Perikanan, perikanan tangkap, budidaya dan pengelohan: US$ 47 miliar
2. Pariwisata bahari: US$ 29 miliar yang tersebar di 422 kabupaten dan kota
3. Energi terbaharukan terdiri dari energi arus laut, pasang surut, gelombang, biofuel alga, panas dan laut: US$ 80 miliar
4. Sektor Biofarmasetika laut: US$ 330 miliar
5. Transportasi laut: US$ 90 miliar
6. Minyak bumi dan gas offshore: US$ 68 miliar per tahun.
7. Seabed Mineral: US$ 256 miliar
8. industri dan jasa maritim sebesar US$ 72 miliar, dan
9. Garam industri saja mencapai sebesar US$ 28 miliar. (Dis/Shd)
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengatakan, Indonesia mempunyai modal yang cukup kuat yang berpotensi menjadikannya sebagai negara maritim paling maju. Potensi sumber daya maritim yang dimiliki Indonesia dinilai cukup besar dan kuat.
"Negara kita memiliki 17.499 pulau, sebesar 13.466 pulau telah memiliki nama dan dideposit kepada PBB dengan segenap potensi ekonomi, ekologi, dan pertahanan keamanan yang dimiliki," ujar Sudirman ketika ditemui dalam acara Seminar Nasional Indonesia Maritime Institute (IMI) dan launching serta Lelang hasil rancangan IMI berupa Flying Boat GEVER-OS di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/10/2013).
Meski memiliki potensi besar, Sudirman menyatakan tantangan pengelolaan sumberdaya kelautan yang harus dihadapi juga tidak kalah besar. Indonesia saat ini mencatat masih memiliki kawasan tertinggal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di luar jawa, kesenjangan pembangunan dan pertumbuhan antar kawasan.
Selain itu, pemerintah juga disibukkan dengan tingginya sebaran kawasan rawan pelanggaran, baik pencurian dan illegal fishing, pencemaran, maupun perusakan lingkungan.
Berikut adalah potensi-potensi pendapatan Indonesia per tahun yang berasal dari sektor maritim:
1. Perikanan, perikanan tangkap, budidaya dan pengelohan: US$ 47 miliar
2. Pariwisata bahari: US$ 29 miliar yang tersebar di 422 kabupaten dan kota
3. Energi terbaharukan terdiri dari energi arus laut, pasang surut, gelombang, biofuel alga, panas dan laut: US$ 80 miliar
4. Sektor Biofarmasetika laut: US$ 330 miliar
5. Transportasi laut: US$ 90 miliar
6. Minyak bumi dan gas offshore: US$ 68 miliar per tahun.
7. Seabed Mineral: US$ 256 miliar
8. industri dan jasa maritim sebesar US$ 72 miliar, dan
9. Garam industri saja mencapai sebesar US$ 28 miliar. (Dis/Shd)