Kera Sakti Memeriahkan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh di Jakarta Utara berlangsung meriah. Sebanyak 32 kereta pawai berjalan berarak-arakan. Yang mendapat perhatian warga adalah Kera Sakti (Sun Go Kong).

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Februari 2004, 14:35 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Perayaan Cap Go Meh berlangsung meriah di kawasan Fatahillah, Jakarta Utara, Ahad (8/2). Sejumlah dewa di antaranya Dewi Kwan Im, Dewa Cheng Goan, Dewa Cheng Kun, dan Dewa Anjing Laut diarak dengan menggunakan 32 kereta. Tapi kali ini, keberadaan Sun Go Kong atau kera sakti banyak mendapat perhatian.

Cap Go Meh menjadi puncak perayaan Tahun Baru Imlek (tahun baru dalam penanggalan Tionghoa). Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkian. "Cap" artinya 10, "Go" artinya lima, dan "Meh" artinya malam. Pesta pada tanggal 15 malam. Biasanya orang-orang etnis Cina memasang lampion di rumah-rumah dan juga pergi ke pasar malam.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilarang selama hampir 40 tahun. Pada tahun 50-an, perayaan ini menjadi pesta rakyat di Ibu Kota Jakarta. Pesta itu diikuti oleh berbagai etnis. Namun, pada tahun 1953, Wali Kota Jakarta Sudiro melarang acara Imlek. Kini, perayaan Imlek dapat disaksikan di seluruh nusantara.

Cap Go Meh juga dimeriahkan di Pontianak, Kalimantan Barat [baca: Tatung Memeriahkan Cap Go Meh di Pontianak ]. Di sana Cap Go Meh dimeriahkan dengan pertunjukkan sejenis Debus.(YAN/Eva Yunizar)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya