Liputan6.com, Jakarta - Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam mengutuk tindakan zionis Israel yang memperlakukan para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla secara tidak beradab.
Menurut dia, tindakan para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla sejatinya dilindungi oleh hukum humaniter internasional, sehingga dilarang keras diserang, diintimidasi, atau dijadikan tawanan.
Advertisement
“Aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang,” kata Gus Salam, Sabtu (23/5/2026).
Namun demikian, Gus Salam menilai kepribadian bangsa yahudi dan karakter zionis Israel dibentuk untuk merusak tatanan internasional.
"Mereka tidak mengenal nilai dan norma kemanusiaan yang mereka kenal hanya berkuasa dan menguasai yang lain," kritik dia.
Gus Salam meyakini, watak yahudi sulis berubah, terlebih dengan politik zionis membentuk Israel Raya.
"Itu kalau tidak dihentikan, krisis kemanusian akan terus terjadi di Asia Barat atau Timur Tengah,” ungkap Gus Salam.
Bagi Gus Salam, sosok Perdana Menteri Benyamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir adalah gambaran pemimpin zionis yang angkuh; tidak mau diajak bicara kecuali menguntungkan atau menjadi jalan untuk melancarkan kepentingan zionis.
“Kalau seperti itu, korban manusia dan krisis kemanusiaan di Gaza, Yerusalem, Tepi Barat, Lebanon, Suriah dan negara lain di Timur Tengah, tidak pernah berhenti,” wanti Gus Salam.
Sanksi
Untuk itu, bakal calon ketua umum PBNU ini mendesak dunia harus terus memberi tekanan dan sanksi kepada zionis Israrel.
Bila melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak bisa karena veto AS, Prancis, Inggris atau negara pemilik hak veto, maka setiap negara yang peduli terhadap kemanusiaan dapat memberi tekanan dan sanksi melalui kebijakan politik negara masing-masing.
"Bentuknya macam-macam, termasuk boikot terhadap segala produk dari atau terafiliasi dengan kepentingan ekonomi dan politik zionis Israel,” dia menandasi.