Liputan6.com, Jakarta: Departemen Kesehatan masih meneruskan pengambilan sampel darah para peternak ayam di berbagai daerah di Tanah Air. Nantinya, dari tiap provinsi akan dikumpulkan contoh darah 100 peternak untuk kemudian diteliti oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes.
Jumat (30/1) siang, sebanyak 10 orang pengelola dan pekerja di peternakan di daerah Rajeg, Tangerang, Banten, diambil sampel darahnya. Selain contoh darah, para peternak juga ditanya mengenai kondisi kesehatan mereka selama flu burung mewabah. Sementara petugas yang mengambil contoh darah diwajibkan menggunakan baju khusus, lengkap dengan masker untuk mencegah penularan.
Pengambilan sampel darah yang dilakukan Tim Depkes ini untuk mengetahui kemungkinan flu burung sudah menyebar ke manusia. Penularan flu burung dari ayam kepada manusia bisa terjadi melalui udara, kotoran ayam yang tertular flu burung [baca: Peternakan Ayam di Tangerang Menolak Kedatangan Depkes].(PIN/Olivia Rosalia dan Erwin Arif)
Jumat (30/1) siang, sebanyak 10 orang pengelola dan pekerja di peternakan di daerah Rajeg, Tangerang, Banten, diambil sampel darahnya. Selain contoh darah, para peternak juga ditanya mengenai kondisi kesehatan mereka selama flu burung mewabah. Sementara petugas yang mengambil contoh darah diwajibkan menggunakan baju khusus, lengkap dengan masker untuk mencegah penularan.
Pengambilan sampel darah yang dilakukan Tim Depkes ini untuk mengetahui kemungkinan flu burung sudah menyebar ke manusia. Penularan flu burung dari ayam kepada manusia bisa terjadi melalui udara, kotoran ayam yang tertular flu burung [baca: Peternakan Ayam di Tangerang Menolak Kedatangan Depkes].(PIN/Olivia Rosalia dan Erwin Arif)