Liputan6.com, Jakarta - Penemuan mayat laki-laki yang mengapung di Embung Terpus, Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggegerkan masyarakat setempat. Jasad korban berinisial S tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan ceceran darah di sekitar lokasi kejadian.
Jasad pria yang berprofesi sebagai penjual keris keramat dan barang antik ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Mbah Rebu (67) pada Sabtu (23/5/2026) pagi saat hendak beraktivitas di ladang sekitar embung.
Advertisement
Mbah Rebu yang curiga melihat benda asing tertutup gundukan rumput di permukaan air kemudian mendekat dan mendapati bahwa benda tersebut adalah jenazah seorang pria. Temuan itu langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kayen.
Kapolsek Kayen AKP Parsa bersama anggotanya segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan, pendataan saksi, dan evakuasi korban ke RSUD Soewondo Pati guna menjalani proses visum.
Hasil Visum Tunjukkan Indikasi Pembunuhan
Kematian pria yang diketahui merupakan warga Kecamatan Sukolilo ini dipastikan sebagai korban tindak pidana pembunuhan. Fakta tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.
"Mayat itu diduga menjadi korban pembunuhan. Dan saat ini kami sedang mencari pelaku," terang Dika saat ditemui di Polresta Pati, Sabtu (23/5/2026).
Dika mengungkapkan, berdasarkan hasil visum tim medis, ditemukan sejumlah bekas kekerasan fisik berupa luka akibat hantaman benda tumpul serta luka robek akibat senjata tajam pada tubuh korban.
Berdasarkan penyelidikan sementara, korban dan pelaku diduga sudah saling mengenal dengan baik karena memiliki lingkaran aktivitas yang sama, yakni bisnis jual beli barang pusaka. Polisi saat ini telah mengantongi identitas satu orang terduga pelaku yang kini tengah diburu oleh tim Resmob Polresta Pati.
Pelaku Sempat Berdalih Korban Kecelakaan
Pihak kepolisian juga mengungkap fakta lain dari keterangan saksi yang sempat melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi sebelum jasad korban ditemukan. Terduga pelaku diketahui sempat memberi tahu warga sekitar bahwa temannya mengalami kecelakaan.
Namun, warga yang menaruh curiga kemudian mengecek kembali lokasi yang dimaksud. Saat didatangi, korban sudah tidak berada di tempat dan belakangan ditemukan telah dibuang ke dalam area danau buatan tersebut.
Mengenai motif pasti pembunuhan, Kompol Dika menyebutkan pihaknya masih melakukan pendalaman intensif karena tidak ada saksi mata yang melihat langsung peristiwa eksekusi tersebut. Polisi juga menghadapi kendala tersendiri dalam melacak keberadaan pelaku yang teridentifikasi sebagai tunawisma.
"Terduga pelaku dikenal sebagai tunawisma, tidak memiliki tempat tinggal tetap dan sering berpindah-pindah. Dengan kondisi itu, menjadi salah satu kendala dalam pencarian pelaku,” pungkas Dika.
Polresta Pati mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku atau memiliki informasi tambahan terkait perkara ini untuk segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat.